Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Masih Ngebut, Bisa Tembus Rekor Tertinggi Lagi

Penulis : Indah Handayani
10 Feb 2025 | 04:36 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber: Antara
ilustrasi harga emas Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id – Harga emas diprediksi masih mengebut pada pekan ini. Bahkan, bisa menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Seba, ditopang kekhawatiran pasar akan perang dagang Amerika Serikat (AS) yang meluas ke negara lainnya, terutama Eropa.

Harga emas ditutup menguat 0,14% menjadi US$ 2.860,3 pada perdagangan Jumat (7/2/2025). Setelah di awal sesi perdagangan sempat mencatatkan rekor tertinggi harga emas di level US$ 2.886,9.

Analis komoditas keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas masih kuat menanjak pada pekan ini. Bahkan, berpotensi menembus rekor tertinggi. Ditopang oleh kekhawatiran pasar akan perang dagang AS yang berpotensi meluas ke negara lainnya. Hal ini seiring dengan kabar yang menyebutkan Presiden AS Donald akan mengumumkan tarif baru kepada negara-negara yang memiliki defisit neraca perdagangan tinggi.

ADVERTISEMENT

“Negara-negara tersebut sering Trump ucapkan saat kampanye lalu, yaitu Eropa, Taiwan, dan Vietnam. Kemungkinan, Trump akan mengumumkan ini pada Senin (10/2/2025) atau Selasa (11/2/2025). Hal inilah yang membuat investor beralih ke aset safe haven,” jelas Ibrahim.

Meski menunda pengenaan tarif kepada Kanada dan Meksiko, Ibrahim menyebutkan perang dagang AS dengan China tetap berlanjut. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran akan tingginya inflasi AS. Dengan demikian, The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunganya di kisaran 4,25-4,5%.

“Suku bunga yang masih tinggi ini akan membuat kenaikan harga emas sedikit terbatas,” tambahnya.

Jatuhnya Bitcoin

Ibrahim menambahkan, harga emas juga masih akan terus menguat karena investor kripto beralih ke safe haven. Hal ini terlihat dengan terus jatuhnya Bitcoin dan aset-aset kripto pada umumnya. Parahnya lagi, penurunan ini terjadi sejak Trump menjabat sebagai presiden AS. Kondisi ini sangat berbeda ketika Trump dilantik sebagai presiden. Kala itu, bitcoin bahkan menembus rekor tertingginya.

Baca juga: “Beralihnya investor kripto tersebut terjadi karena mereka kecewa dengan masuknya Elon Musk dalam pemerintahan AS. Sebab, aset-aset kripto seharusnya memang jauh dari pemerintah dan bergerak melalui mekanisme pasar,” paparnya.

Untuk itu, Ibrahim memprediksi harga emas akan bergerak pada support US$ 2853 dan resistance di US$ 2.895. Ia pun menyarankan investor yang sudah memiliki logam mulia untuk bertahan, karena masih ada harapan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. “Tapi, bagi mereka yang mau masuk, sebaiknya hati-hati. Sebab, jika dipaksakan masuk, dikahwatirkan keuntungan yang akan diraih masih cukup lama,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia