BTPN Syariah (BTPS) Lapor Kinerja 2024
JAKARTA, investor.id – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) atau BTPN Syariah membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 1,06 triliun, turun 1,77% year on year (yoy) untuk tahun buku 2024.
Mengacu laporan keuangan BTPN Syariah pada Senin (17/2/2025), perolehan laba bersih tersebut didukung pos pendapatan dari penyaluran dana yang mencapai Rp 5,39 triliun, bergerak turun 6,05% pada 2024.
Penurunan pendapatan dipengaruhi kinerja penyaluran pembiayaan BTPS yang turun cukup dalam sebesar 10,67% (yoy) sepanjang tahun lalu. Sebagai perbandingan, pembiayaan turun dari Rp 11,38 triliun menjadi Rp 10,17 triliun.
Sementara itu, pos bagi hasil untuk pemilik dana investasi naik 3,63% (yoy) menjadi Rp 504,10 miliar. Alhasil, pendapatan setelah distribusi bagi hasil harus turun 6,93% (yoy) menjadi Rp 4,89 triliun.
Namun demikian, BTPN Syariah masih mencatat sebagai salah satu bank dengan perolehan margin tertinggi. Rasio net imbalan (NI) yang dikantongi emiten bersandi BTPS ini mencapai 24,30%, meskipun dalam tren penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 26,00%.
Bank syariah yang menyalurkan pembiayaan dengan sistem tanggung renteng ke sektor ultra mikro ini mengalami perbaikan pemburukan kualitas aset, seperti dilaporkan dalam rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross yang naik dari 2,94% ke posisi 3,75%. Namun sebaliknya, NPF net membaik dengan penyusutan dari 0,29% ke level 0,03%.
Kinerja positif lainnya adalah rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun 76,35% ke 74,93%. Sementara dari sisi likuiditas, rasio financing to deposit ratio (FDR) mengendur dari 93,78% menjadi 86,75%.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad menyatakan bahwa upaya perusahaan membangun perilaku unggul adalah kunci bagi nasabah pembiayaan dapat bertahan dalam situasi apapun. BTPN Syariah berterima kasih dengan keterlibatan semua pihak yang telah mendukung fokus perusahaan dalam melayani masyarakat inklusi terutama di masa menantang ini, sehingga realisasi kinerja BTPN Syariah sesuai harapan.
“Alhamdulillah, bank berhasil mencetak laba bersih mencapai Rp 1,06 triliun. Semoga fokus Bank dalam membangun perilaku unggul bagi masyarakat inklusi dapat berdampak nyata terhadap usaha nasabah ke depannya dan membuat hidup masyarakat inklusi lebih berarti,” ucap Fachmy, melalui keterangan resmi, pada Senin (17/02/2025).
Pernyataan BTPS
DI sisi lain, perseroan menyatakan bahwa kinerja sepanjang 2024 relatif. Hal ini tak lepas dari dukungan seluruh pihak dalam membangun perilaku unggul bagi masyarakat inklusi, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS).
Bank menyadari dalam melayani masyarakat inklusi dibutuhkan keterlibatan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) terutama dalam membangun perilaku unggul, di mana hal itu menjadi kunci bagi masyarakat inklusi untuk bertahan dalam berbagai situasi.
Bank bahkan memperkuat komitmen ini di seluruh lini operasional dengan memberikan pendampingan intensif melalui peran #bankirpemberdaya, memberikan insentif, serta apresiasi bagi nasabah yang konsisten dalam menerapkan perilaku unggul.
Baca Juga:
Investasi Syariah Kian Diminati#Bankirpemberdaya, khususnya Community Officer (CO) berperan sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat inklusi secara langsung melalui kumpulan (Pertemuan Rutin Sentra/PRS), memberikan pendampingan kepada ibu-ibu dengan modul yang relevan sesuai kondisi ultra mikro, sekaligus menjadi role model bagi nasabah dalam menerapkan perilaku unggul BDKS.
Nasabah pembiayaan yang telah menerapkan BDKS pun menopang kinerja BTPN Syariah di 2024. Kedisiplinan mereka hadir di kumpulan, serta kesolidan hubungan yang dibangun antar nasabah berperan dalam menjaga kualitas pembiayaan Bank.
Baca Juga:
Mendorong Pertumbuhan Kredit UMKMMelalui berbagai pendampingan serta insentif dan apresiasi salah satunya berupa program umrah satu pesawat bagi sentra yang berprestasi, ternyata mampu menjadi penyemangat bagi mereka hadir kembali di kumpulan yang menjadi wadah bagi Bank dalam memberikan pelayanan dan pemberdayaan.
BTPS mencatat return on asset (RoA) 6,3%. Selain itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 53,2% atau jauh di atas rata-rata industri, memastikan ketahanan BTPN Syariah masih sangat terjaga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



