PTPP Bocorkan Performa Positif 2024
JAKARTA, investor.id - PT PP Tbk (PTPP) membocorkan bahwa performa perseroan pada tahun buku 2024 bakal berakhir positif sesuai dengan target.
“InsyaAllah, performanya masih positif,” ucap Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo kepada media, Kamis (20/2/2025).
Baca Juga:
PTPP Gencar Bangun Proyek Rumah SakitPerkiraan hasil akhir kinerja tahun buku 2024 tersebut, menurut Joko, sesuai dengan target yang perseroan sampaikan pada pengujung tahun lalu. “Kami pernah sampaikan laporan keuangan di triwulan III-2024. Mudah-mudahan, (performa PTPP di tahun buku 2024) sesuai dengan yang kami sampaikan di triwulan III itu,” jelas dia.
Pada triwulan III-2024, emiten BUMN Karya dengan kode saham PTPP tersebut berhasil mencetak pendapatan dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk kompak bertumbuh. Pada periode itu, pendapatan PTPP tumbuh dari sebelumnya Rp 12,2 triliun, menjadi Rp 14 triliun.
Begitu juga dengan laba bersih perseroan yang naik dari Rp 239 miliar, menjadi Rp 267 miliar, sehingga turut mengatrol laba per saham dasar PTPP menguat menjadi Rp 43 per saham daripada sebelumnya Rp 39 per saham dasar.
Sementara laporan keuangan konsolidasian PTPP pada tahun buku 2024 sedianya bakal PTPP rilis pada Maret 2025 mendatang. “Rilisnya Maret,” ucap Joko, singkat.
Suspensi Saham
Di tengah ramai suspensi saham yang menimpa BUMN Karya seperti PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akibat tertundanya pembayaran obligasi jatuh tempo, Joko berterus terang bahwa PTPP saat ini dalam kondisi yang cukup terjaga. Bahkan, perseroan sudah menyiapkan dana untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo April nanti.
“InsyaAllah, kami di April nanti ada obligasi yang jatuh tempo. Itu sudah kami (siapkan), insya Allah bisa kami jaga. Insya Allah (persiapannya) juga sudah aman,” ungkap Joko.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PTPP akan menghadapi obligasi jatuh tempo untuk obligasi berkelanjutan III PTPP tahap II tahun 2022 seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp 140 miliar berbunga sebesar 6,5% yang jatuh tempo pada 22 April 2025 mendatang.
Adapun, untuk mempertahankan agar bisnis PTPP tetap berkelanjutan, Joko menyampaikan bahwa perseroan fokus kembali kepada bisnis inti. Terlebih lagi, saat ini sektor konstruksi cukup menantang akibat efisiensi anggaran dan lain sebagainya.
“Jadi, tentunya kami tetap strateginya adalah kembali ke bisnis inti yaitu di sisi konstruksi untuk menjaga dari sisi kinerja maupun keuangannya. Tentunya, kami selalu berusaha sebaik mungkin untuk bisa tetap menjalankan perusahaan ini bisa berkelanjutan,” tutup Joko.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






