Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Tergelincir di Tengah Kekhawatiran Tarif Baru AS

Penulis : Indah Handayani
5 Mar 2025 | 11:43 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
ilustrasi harga emas

NEW YORK, investor.id – Harga emas tergelincir pada perdagangan Rabu (5/3/2025). Hal itu seiring dengan menguatnya dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, di saat yang sama, pasar masih mencermati dampak kebijakan tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Harga emas spot terlihat turun 0,2% menjadi US$ 2.912,1 per ons pada saat berita ini ditulis. Setelah mengalami kenaikan hampir 1% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS tercatat stabil di level US$ 2.920,7 per ons.

ADVERTISEMENT

Kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, yang sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari empat bulan, menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, indeks dolar AS juga mengalami penguatan, semakin membebani harga logam mulia ini.

"Pelemahan harga emas di sesi Asia tergolong moderat dan lebih mencerminkan proses konsolidasi pasar setelah reli tajam sehari sebelumnya, dibandingkan faktor pemicu baru yang benar-benar menekan harga," ujar Kepala Makro Global di Tastylive Ilya Spivak.

Pemerintahan Trump resmi memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap produk dari Meksiko dan Kanada pada Selasa (4/3/2025), serta menggandakan bea masuk barang asal China menjadi 20%.

Kebijakan tersebut memicu ketegangan perdagangan yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan tekanan inflasi di AS.

Tarif Balasan

Sebagai balasan, China dan Kanada mengumumkan tarif balasan terhadap berbagai produk AS, sementara Meksiko diperkirakan akan mengeluarkan kebijakan serupa pada Minggu mendatang.

Langkah Trump yang dianggap dapat memicu ketidakpastian ekonomi telah mendorong harga emas naik lebih dari 10% sejak awal tahun ini.

Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan, tarif baru AS kemungkinan akan meningkatkan inflasi. Namun, ia menilai kebijakan suku bunga saat ini masih sesuai dan tidak perlu mengalami perubahan.

Jika inflasi terus meningkat, Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih lama, yang dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Kini, pasar menantikan laporan ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis pada hari ini serta data nonfarm payrolls AS yang dijadwalkan pada Jumat (7/3/2025), sebagai indikator lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi Negeri Paman Sam tersebut.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot stagnan di level US$ 31,93 per ons. Sementara itu, platinum turun tipis 0,2% menjadi US$ 958,41 per ons. Sedangkan palladium malah naik 0,4% ke US$ 945,97 per ons.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia