Harga Emas Tergelincir di Tengah Kekhawatiran Tarif Baru AS
NEW YORK, investor.id – Harga emas tergelincir pada perdagangan Rabu (5/3/2025). Hal itu seiring dengan menguatnya dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Reuters, di saat yang sama, pasar masih mencermati dampak kebijakan tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.
Harga emas spot terlihat turun 0,2% menjadi US$ 2.912,1 per ons pada saat berita ini ditulis. Setelah mengalami kenaikan hampir 1% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS tercatat stabil di level US$ 2.920,7 per ons.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun, yang sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari empat bulan, menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, indeks dolar AS juga mengalami penguatan, semakin membebani harga logam mulia ini.
"Pelemahan harga emas di sesi Asia tergolong moderat dan lebih mencerminkan proses konsolidasi pasar setelah reli tajam sehari sebelumnya, dibandingkan faktor pemicu baru yang benar-benar menekan harga," ujar Kepala Makro Global di Tastylive Ilya Spivak.
Pemerintahan Trump resmi memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap produk dari Meksiko dan Kanada pada Selasa (4/3/2025), serta menggandakan bea masuk barang asal China menjadi 20%.
Kebijakan tersebut memicu ketegangan perdagangan yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan tekanan inflasi di AS.
Tarif Balasan
Sebagai balasan, China dan Kanada mengumumkan tarif balasan terhadap berbagai produk AS, sementara Meksiko diperkirakan akan mengeluarkan kebijakan serupa pada Minggu mendatang.
Langkah Trump yang dianggap dapat memicu ketidakpastian ekonomi telah mendorong harga emas naik lebih dari 10% sejak awal tahun ini.
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan, tarif baru AS kemungkinan akan meningkatkan inflasi. Namun, ia menilai kebijakan suku bunga saat ini masih sesuai dan tidak perlu mengalami perubahan.
Baca Juga:
BRIS Bisa Optimalkan Bank EmasJika inflasi terus meningkat, Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih lama, yang dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Kini, pasar menantikan laporan ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis pada hari ini serta data nonfarm payrolls AS yang dijadwalkan pada Jumat (7/3/2025), sebagai indikator lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi Negeri Paman Sam tersebut.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot stagnan di level US$ 31,93 per ons. Sementara itu, platinum turun tipis 0,2% menjadi US$ 958,41 per ons. Sedangkan palladium malah naik 0,4% ke US$ 945,97 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






