Emiten Batu Bara Buka-bukaan Laba hingga Royalti
RMKE mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 4,89% pada 2024 menjadi Rp 288,04 miliar dari Rp 302,85 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan fluktuasi harga batu bara, yang turun 19,6% secara tahunan pada kuartal IV-2024.
Meski demikian, Vincent menegaskan bahwa dampak terhadap laba bersih lebih kecil dibandingkan dengan penurunan harga batu bara. "Strategi kami tetap fokus pada peningkatan kinerja operasional dan efisiensi dalam lingkungan operasional," jelasnya.
Dari sisi pendapatan, RMKE membukukan Rp 2,46 triliun sepanjang 2024, turun dari Rp 2,55 triliun pada 2023. Segmen penjualan batu bara berkontribusi sebesar 69,5%, sementara bisnis jasa menyumbang 30,5% terhadap total pendapatan.
Secara operasional, RMKE mencatat peningkatan volume muatan batu bara sebesar 9 juta ton, naik 19,3% secara tahunan, serta penjualan batu bara mencapai 2,8 juta ton, tumbuh 18,8% year on year (yoy). Efisiensi operasional juga mengalami perbaikan dengan waktu bongkaran kereta dipersingkat menjadi 3 jam 34 menit serta penurunan rasio penggunaan bahan bakar sebesar 9,5% yoy.
"Harapan kami di 2025, dengan proyek-proyek baru yang akan selesai serta peningkatan volume produksi, RMKE dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan terus bertumbuh ke depan," pungkas Vincent.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






