Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Batu Bara Buka-bukaan Laba hingga Royalti

Penulis : Ghafur Fadillah
12 Mar 2025 | 09:25 WIB
BAGIKAN
RMK Energy (RMKE). Ist
RMK Energy (RMKE). Ist

JAKARTA, investor.id -  Emiten terkait batu bara, PT RMK Energy Tbk (RMKE) menilai rencana perubahan skema royalti yang tengah dikaji Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan.

Presiden Direktur RMK Energy, Vincent Saputra, menyatakan bahwa perubahan ini memang memiliki efek terhadap pendapatan, namun dampaknya terhadap laba bersih diperkirakan terbatas.

"Pemerintah berencana menurunkan royalti bagi pemegang izin usaha pertambangan khusus (IUPK), sementara pemegang izin usaha pertambangan (IUP) akan mengalami kenaikan. Dari sisi pendapatan, kontribusi tambang terhadap total penjualan batu bara RMKE sekitar 30%. Namun, segmen jasa yang merupakan kontributor utama terhadap margin perseroan hampir tidak terpengaruh oleh perubahan ini," jelas Vincent dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/3/2025).

ADVERTISEMENT

Vincent menambahkan bahwa dari sisi laba bersih, dampaknya hanya sekitar 1%. Berdasarkan laporan keuangan 2024, RMKE mencatatkan pembayaran royalti sebesar Rp 52,64 miliar, naik 35,57% dibandingkan 2023.

Sebagai informasi, pemerintah tengah menggodok skema penyesuaian royalti bagi pemegang IUP dan pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B), dengan kenaikan 1% untuk batu bara berkalori di bawah 4.200 serta rentang 4.200–5.200 jika harga batu bara acuan (HBA) melebihi US$ 90 per ton. Di sisi lain, penerimaan hasil tambang (PHT) untuk kategori yang sama mengalami penurunan 1%. Selain itu, tarif pajak penghasilan badan (PPh) bagi pemegang IUPK juga direncanakan disesuaikan dari 22% ke tarif yang berlaku dalam regulasi pajak penghasilan.

Laba 

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 23 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia