Jumat, 15 Mei 2026

Harga Bitcoin Anjlok ke US$ 81 Ribu, Kenapa?

Penulis : Indah Handayani
14 Mar 2025 | 06:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga Bitcoin (Foto: Cfoto/ Future Publishing/ Getty Images)
Ilustrasi harga Bitcoin (Foto: Cfoto/ Future Publishing/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Pasar kripto rontok dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin anjlok ke level US$ 81 ribu karena terseret pelemahan pasar keuangan, terutama pelemahan indeks-indeks Wall Street.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (14/3/2025) pukul 06.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global terkoreksi 1,87% menjadi US$ 2,66 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) terlihat anjlok 2,8% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 81.154 per koin atau setara Rp 1,33 miliar (kurs, Rp 16.425).

Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 2,1% menjadi US$ 1.863 per koin. Sedangkan Binance (BNB) malah menguat 1,4% menjadi US$ 577 per koin. Sedangkan

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Coindesk, Bitcoin (BTC) terus berjuang pada Kamis (14/3) untuk bertahan di atas level US$ 80 ribu. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini turun 3% dalam sehari, dengan penurunan sebesar 13% sepanjang kuartal pertama 2025 dan sekitar 30% dari rekor tertingginya pada Januari lalu.

Menurut data dari Glassnode, pemegang jangka pendek, investor yang memiliki Bitcoin kurang dari 155 hari, telah menjual lebih dari 100 ribu BTC sejak Februari. Jumlah ini setara dengan sekitar US$ 8 miliar dengan harga saat ini. Langkah ini menandakan bahwa mereka berusaha mengurangi kerugian atau mengamankan keuntungan sebelum harga turun lebih dalam.

Tren Pasar 

Penurunan ini telah mendorong harga Bitcoin di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (200-DMA) di level US$ 86.300, yang merupakan indikator penting bagi tren pasar jangka panjang. Bitcoin bukan satu-satunya aset berisiko yang mengalami tekanan, karena indeks saham AS, S&P 500, juga mengalami nasib serupa.

Saat ini, S&P 500 berada di kisaran 5.537, turun dari rata-rata pergerakan 200 hari yang berada di 5.738. Menurut Joe Carlasare, seorang litigator komersial yang mendukung Bitcoin, kegagalan S&P 500 untuk kembali ke atas level tersebut bisa menjadi sinyal penurunan lebih lanjut.

"S&P 500 terus kesulitan untuk kembali ke atas 200-DMA. Jika kita tidak segera melihat reli besar, kemungkinan harga akan turun lebih jauh. Sejarah menunjukkan bahwa ketika kita kehilangan level 200 hari, penurunan sering kali terjadi,” tulisnya di platform X.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 21 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia