Jumat, 15 Mei 2026

Cara Maksimalkan Cuan ANTM hingga TINS, plus Arah IHSG

Penulis : Jauhari Mahardhika
16 Mar 2025 | 21:39 WIB
BAGIKAN
Pelajar berada di main hall BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pelajar berada di main hall BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi kembali berfluktuasi di kisaran 6.370-6.630 dalam sepekan ke depan. Para pemodal bisa fokus pada beberapa saham, mulai dari ANTM hingga TINS, di awal pekan.

Adapun level 6.630 menjadi level resistance IHSG, sedangkan 6.370 sebagai level support dan 6.500 menjadi pivot. Pada perdagangan Jumat (14/3/2025), IHSG ditutup anjlok sebesar 131,7 poin (1,98%) ke level 6.515,6.

Uncertainty risk dari eksternal dan internal terbilang tinggi,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (16/3/2025).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, indeks-indeks Wall Street rebound signifikan pada Jumat (14/3). Meski begitu, DJIA melemah lebih dari 3%, sedangkan Nasdaq dan S&P 500 melemah lebih dari 2%.

Pergerakan indeks tersebut dipengaruhi oleh antisipasi pasar terhadap perkembangan kebijakan tarif Pemerintah AS dan hasil FOMC pada 19 Maret 2025. CME FedWatch Tools mencatat probabilitas suku bunga acuan bertahan di 4,25-4,5% mencapai 98% per Jumat (14/3).

Dari regional, China dijadwalkan rilis sejumlah data ekonomi penting. Salah satunya data penjualan ritel yang diperkirakan naik menjadi 4% yoy pada Februari 2025 dari 3,7% yoy pada Januari 2025.

Sebelumnya, realisasi foreign direct investment (FDI) China turun 20,4% yoy pada Februari 2025, jauh lebih buruk dari penurunan 13,4% yoy pada Januari 2025. Kondisi itu memvalidasi keputusan Pemerintah China untuk mulai mengimplementasikan stimulus jumbo sejak kuartal IV-2024.

“China berupaya memaksimalkan konsumsi domestik untuk menyerap produksi manufaktur dan jasa domestik,” jelas Phintraco Sekuritas.

Di dalam negeri, pasar mengantisipasi data neraca perdagangan Indonesia (NPI) yang diperkirakan kembali surplus pada Februari 2025. Kondisi tersebut sejalan dengan perkiraan perlambatan konsumsi domestik pada Februari 2025.

Fokus pada ANTM hingga TINS 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia