Sabtu, 4 April 2026

IHSG Melorot, Sektor Teknologi Anjlok Parah

Penulis : Indah Handayani
17 Mar 2025 | 12:17 WIB
BAGIKAN
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot sebesar 64,8 poin (0,99%) ke level 6.450,8 pada penutupan sesi I, Senin (17/3/2025). IHSG hari ini bervariasi di rentang 6.445-6.557.

Sebagian besar sektor saham jeblok dan sektor anjlok parah.

Selama sesi I, sebanyak 13,54 miliar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp 5,15 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 662.032 kali transaksi.

Advertisement

Sebanyak 296 saham mencatatkan kenaikan, 290 saham terkoreksi, dan 210 saham stagnan.

Mayoritas saham unggulan rontok pada penutupan sesi I. Berdasarkan data IDX pada pukul 12.00 WIB, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 turun 0,1% dan Investor33 terkoreksi 0,3%. Sedangkan JII malah melonjak 1,1%.

Sektor Saham Jeblok

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 4 menit yang lalu

Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol

Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari ini
Market 19 menit yang lalu

WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.
Lifestyle 27 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 1 jam yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 1 jam yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 2 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia