HATM Anggarkan Capex Rp 500 M, Mau Rights Issue
JAKARTA, investor.id - PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 500 miliar untuk tahun 2024-2025.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian dua kapal bulk carrier dan pemeliharaan armada, sejalan dengan strategi ekspansi guna menangkap peluang di sektor transportasi laut pengangkutan komoditas curah.
Direktur Utama Habco Trans Maritima Andrew Kam mengatakan bahwa perseroan telah menetapkan capex sebesar Rp 400 miliar pada tahun ini untuk menambah dua unit kapal. "Dari dua kapal yang akan dibeli ini, kami akan mendapatkan tambahan kapasitas angkut sekitar 90.000-100.000 ton," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/3/2025).
HATM telah mengalokasikan dana tersebut untuk akuisisi kapal MV Habco Lyra dan MV Habco Pegasus yang masing-masing memiliki kapasitas angkut 56.944 deadweight tonnage (DWT) dan 36.979 DWT. Dengan tambahan ini, total armada bulk carrier perseroan bertambah menjadi tujuh unit, dengan total kapasitas angkut mencapai 367.122 DWT.
"Kami melihat peluang pertumbuhan yang kuat di industri ini, sehingga ekspansi armada menjadi prioritas kami untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan," tambah Andrew.
Selain ekspansi armada, HATM juga mengalokasikan Rp 100 miliar pada 2025 untuk pemeliharaan kapal. Dana ini akan digunakan untuk docking dan pemugaran lima unit kapal agar tetap dalam kondisi optimal.
"Pemeliharaan rutin sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional, terutama dalam mendukung pertumbuhan volume pengangkutan," jelas Andrew.
Pada tahun lalu, HATM menganggarkan capex untuk docking sebesar Rp 34,5 miliar, dengan realisasi penggunaan mencapai Rp 29,3 miliar. Menurut Andrew, investasi dalam pemeliharaan terbukti mampu menjaga performa armada, yang mendorong peningkatan volume angkut perseroan sebesar 36,4% year-on-year (y-o-y) menjadi 5,92 juta metric ton (MT) sepanjang 2024.
Seiring dengan peningkatan volume pengangkutan, pendapatan HATM pada 2024 tercatat melonjak 30% (y-o-y) menjadi Rp 748,2 miliar. Andrew optimistis tren pertumbuhan ini akan berlanjut pada 2025, dengan target pendapatan mencapai Rp 1,06 triliun atau meningkat 42% (y-o-y). Adapun laba bersih diproyeksikan mencapai Rp 298,25 miliar, melesat 111% dibandingkan dengan capaian 2024 sebesar Rp 141,53 miliar.
Rights Issue
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


