Jumat, 15 Mei 2026

HATM Anggarkan Capex Rp 500 M, Mau Rights Issue

Penulis : Ghafur Fadillah
19 Mar 2025 | 10:52 WIB
BAGIKAN
Habco Trans Maritama (HATM). Ist
Habco Trans Maritama (HATM). Ist

JAKARTA, investor.id - PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 500 miliar untuk tahun 2024-2025.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian dua kapal bulk carrier dan pemeliharaan armada, sejalan dengan strategi ekspansi guna menangkap peluang di sektor transportasi laut pengangkutan komoditas curah.

Direktur Utama Habco Trans Maritima Andrew Kam mengatakan bahwa perseroan telah menetapkan capex sebesar Rp 400 miliar pada tahun ini untuk menambah dua unit kapal. "Dari dua kapal yang akan dibeli ini, kami akan mendapatkan tambahan kapasitas angkut sekitar 90.000-100.000 ton," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/3/2025).

ADVERTISEMENT

HATM telah mengalokasikan dana tersebut untuk akuisisi kapal MV Habco Lyra dan MV Habco Pegasus yang masing-masing memiliki kapasitas angkut 56.944 deadweight tonnage (DWT) dan 36.979 DWT. Dengan tambahan ini, total armada bulk carrier perseroan bertambah menjadi tujuh unit, dengan total kapasitas angkut mencapai 367.122 DWT.

"Kami melihat peluang pertumbuhan yang kuat di industri ini, sehingga ekspansi armada menjadi prioritas kami untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan," tambah Andrew.

Selain ekspansi armada, HATM juga mengalokasikan Rp 100 miliar pada 2025 untuk pemeliharaan kapal. Dana ini akan digunakan untuk docking dan pemugaran lima unit kapal agar tetap dalam kondisi optimal.

"Pemeliharaan rutin sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional, terutama dalam mendukung pertumbuhan volume pengangkutan," jelas Andrew.

Pada tahun lalu, HATM menganggarkan capex untuk docking sebesar Rp 34,5 miliar, dengan realisasi penggunaan mencapai Rp 29,3 miliar. Menurut Andrew, investasi dalam pemeliharaan terbukti mampu menjaga performa armada, yang mendorong peningkatan volume angkut perseroan sebesar 36,4% year-on-year (y-o-y) menjadi 5,92 juta metric ton (MT) sepanjang 2024.

Seiring dengan peningkatan volume pengangkutan, pendapatan HATM pada 2024 tercatat melonjak 30% (y-o-y) menjadi Rp 748,2 miliar. Andrew optimistis tren pertumbuhan ini akan berlanjut pada 2025, dengan target pendapatan mencapai Rp 1,06 triliun atau meningkat 42% (y-o-y). Adapun laba bersih diproyeksikan mencapai Rp 298,25 miliar, melesat 111% dibandingkan dengan capaian 2024 sebesar Rp 141,53 miliar.

Rights Issue

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia