Jumat, 15 Mei 2026

Saham AADI Diserok, PE 2,7 Kali

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Mar 2025 | 12:37 WIB
BAGIKAN
Batu bara Adaro Andalan Indonesia (AADI). Perseroan
Batu bara Adaro Andalan Indonesia (AADI). Perseroan

JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melompat 7,48% ke Rp 6.825 per akhir sesi I perdagagangan Rabu (19/3/2025) ini. Dan sempat menyentuh Rp 6.850 yang merupakan level tertingginya sepekan.

Sebanyak 9,24 juta saham AADI ditransaksikan, frekuensi 3.826 kali, dan nilai transaksi Rp 60,70 miliar. Berdasarkan data pada Stockbit Sekuritas, saham AADI mencatatkan net buy Rp 12,1 miliar, artinya ada yang menyerok.

Kemarin saham AADI jatuh 5,22%, saat indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ambruk 3,84%.

Secara valuasi, rasio price earning ratio (PE) AADI masih 2,72 kali. Dengan rasio price to book value (PBV) 1,1 kali. Nilai kapitalisasi pasar AADI Rp 53,14 triliun.

ADVERTISEMENT

Adaro Andalan Indonesia (AADI) menutup tahun 2024 dengan kinerja yang sedikit lebih baik dari perkiraan. Adaro Andalan membukukan pendapatan sebesar US$ 5,3 miliar atau turun 10,1% yoy dan laba bersih US$ 1,2 miliar atau naik 5,9% yoy.

“Hasil tersebut ditopang oleh penurunan royalti dan keuntungan US$ 322 juta dari pelepasan investasi,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas dalam risetnya.

Adapun volume penjualan batu bara Adaro Andalan sepanjang 2024 mencapai rekor 68,1 Mt atau meningkat 7,4% yoy, meski terjadi penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 16,2%. PT Adaro Indonesia (AI) berkontribusi sebesar 84,2% terhadap total volume penjualan.

Tahun ini, proyeksi volume penjualan emiten berkode saham AADI tersebut direvisi turun menjadi 65 Mt atau turun 4,5% yoy, yang berdampak pada pemangkasan estimasi pendapatan dan EBITDA sebesar 25-45%.

“Walaupun demikian, margin tetap solid dengan margin EBITDA diperkirakan meningkat menjadi 29-30%,” ungkap Laurencia.

Sedangkan belanja modal (capital expenditure/capex) AADI bakal moderat sebesar US$ 300 juta. Rasio pembayaran dividen dipertahankan mencapai 50%, disokong oleh arus kas bebas yang kuat dan likuiditas sehat.

Dividen dan Target Harga Saham 

KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham Adaro Andalan Indonesia (AADI). Namun, target harga saham AADI direvisi turun menjadi Rp 10.500 dari sebelumnya Rp 14.175.

Dengan menerapkan P/E multiple sebesar 5 kali, target harga baru saham AADI mencerminkan asumsi yang lebih konservatif di tengah volatilitas harga batu bara.

Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa setiap perubahan 10% pada harga batu bara dapat menggeser valuasi dalam kisaran Rp 8.800-12.100 per saham. “Meskipun ada kehati-hatian dalam jangka pendek, AADI tetap menjadi pilihan menarik bagi investor dividen,” sebut Laurencia.

Sementara itu, Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani mengungkapkan bahwa Adaro Andalan (AADI) kemungkinan tidak akan membagikan dividen atas laba bersih tahun buku 2024. Hal itu mencuat dalam diskusi antara AADI dan Stockbit Sekuritas.

“Kemungkinan tersebut didasari sejumlah pertimbangan, seperti AADI yang baru IPO pada Desember 2024, level kas saat ini, dan kebutuhan capex mendatang,” ungkap Hendriko dalam ulasannya, baru-baru ini.

Meski demikian, menurut dia, keputusan soal pembagian dividen tahun buku 2024 pastinya hanya akan diketahui pada RUPST mendatang.

Secara historis, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – entitas yang menaungi AADI sebelum spin off – membagikan dividen final pada bulan Mei, dengan dividen interim pada Desember. “Kami memperkirakan AADI mulai membagikan dividen secara interim untuk tahun buku 2025,” jelas Hendriko.

Di dalam prospektus, manajemen AADI menyebutkan bahwa perseroan mulai tahun buku 2025 merencanakan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) hingga sebesar 45% dari laba bersih konsolidasi. Manajemen AADI tidak menyebutkan besaran DPR untuk tahun buku 2024.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 21 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia