Harga Batu Bara Tertahan di Level Terendah
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara naik pada Kamis (20/3/2025), tapi tertahan di level terendah dalam hampir empat tahun terakhir. Hal itu dipicu oleh ekspektasi bahwa pasokan global akan terus meningkat.
Harga batu bara Newcastle untuk Maret 2025 naik US$ 0,25 menjadi US$ 97,75 per ton. Sedangkan April 2025 melemah US$ 1,3 menjadi US$ 101,1 per ton. Sementara itu, Mei 2025 terkoreksi US$ 1,4 menjadi US$ 104 per ton.
Baca Juga:
Harga Batu Bara Bangkit Berkat TrumpSementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Maret 2025 stagnan di US$ 97,75. Sedangkan, April 2025 melemah US$ 0,65 menjadi US$ 97,35. Sedangkan pada Mei 2025 turun US$ 0,75 menjadi US$ 96,55.
Dikutip dari Trading Economics, harga batu bara berjangka Newcastle berada di kisaran US$ 97 per ton pada Maret 2025, posisi terendah dalam hampir empat tahun terakhir yang dipicu oleh ekspektasi bahwa pasokan global akan terus meningkat.
China, sebagai produsen terbesar dunia, mengumumkan rencana peningkatan produksi sebesar 1,5% menjadi 4,82 miliar ton pada 2025. Langkah ini dilakukan setelah mencetak rekor produksi pada 2024 dan bertujuan untuk memastikan pasokan tetap aman di tengah pembatasan emisi karbon serta penutupan tambang akibat pelanggaran protokol keselamatan.
Sementara itu, Indonesia juga mencatat rekor produksi batu bara sebesar 836 juta ton pada 2024, melampaui target sebesar 18%. Namun, peningkatan investasi negara dalam sumber energi alternatif mulai membatasi prospek permintaan batu bara ke depan.
Sejak awal 2025, harga batu bara sudah anjlok US$27,75 per metrik ton atau turun 22,16%, menurut data perdagangan kontrak berjangka (CFD). Sebagai perbandingan, harga batu bara sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$457,80 per metrik ton pada September 2022.
Trading Economics memperkirakan harga batu bara akan berada di kisaran US$ 101,04 per metrik ton pada akhir kuartal ini dan mencapai US$ 101,93 dalam 12 bulan ke depan.
Impor Batu Bara China
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






