Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Tertahan di Level Terendah

Penulis : Indah Handayani
21 Mar 2025 | 07:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi tambang batu bara. (Image by freepik)
Ilustrasi tambang batu bara. (Image by freepik)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara naik pada Kamis (20/3/2025), tapi tertahan di level terendah dalam hampir empat tahun terakhir. Hal itu dipicu oleh ekspektasi bahwa pasokan global akan terus meningkat.

Harga batu bara Newcastle untuk Maret 2025 naik US$ 0,25 menjadi US$ 97,75 per ton. Sedangkan April 2025 melemah US$ 1,3 menjadi US$ 101,1 per ton. Sementara itu, Mei 2025 terkoreksi US$ 1,4 menjadi US$ 104 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Maret 2025 stagnan di US$ 97,75. Sedangkan, April 2025 melemah US$ 0,65 menjadi US$ 97,35. Sedangkan pada Mei 2025 turun US$ 0,75 menjadi US$ 96,55.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Trading Economics, harga batu bara berjangka Newcastle berada di kisaran US$ 97 per ton pada Maret 2025, posisi terendah dalam hampir empat tahun terakhir yang dipicu oleh ekspektasi bahwa pasokan global akan terus meningkat.

China, sebagai produsen terbesar dunia, mengumumkan rencana peningkatan produksi sebesar 1,5% menjadi 4,82 miliar ton pada 2025. Langkah ini dilakukan setelah mencetak rekor produksi pada 2024 dan bertujuan untuk memastikan pasokan tetap aman di tengah pembatasan emisi karbon serta penutupan tambang akibat pelanggaran protokol keselamatan.

Sementara itu, Indonesia juga mencatat rekor produksi batu bara sebesar 836 juta ton pada 2024, melampaui target sebesar 18%. Namun, peningkatan investasi negara dalam sumber energi alternatif mulai membatasi prospek permintaan batu bara ke depan.

Sejak awal 2025, harga batu bara sudah anjlok US$27,75 per metrik ton atau turun 22,16%, menurut data perdagangan kontrak berjangka (CFD). Sebagai perbandingan, harga batu bara sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$457,80 per metrik ton pada September 2022.

Trading Economics memperkirakan harga batu bara akan berada di kisaran US$ 101,04 per metrik ton pada akhir kuartal ini dan mencapai US$ 101,93 dalam 12 bulan ke depan.

Impor Batu Bara China

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 29 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia