Harga Emas Kenapa Begini? Muncul Pendapat Ahli
JAKARTA, investor.id - Harga emas terus mencatatkan lonjakan signifikan, mencapai rekor tertinggi di atas US$ 3.000 per troy ounce.
Kenaikan harga ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi di Amerika Serikat. Investor cenderung mencari aset yang lebih aman, seperti emas, untuk melindungi nilai investasi mereka dari potensi ketidakpastian ekonomi yang semakin besar. Kekuatan pasar emas juga dipicu oleh ketegangan global yang meningkat, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Dalam keterangan resmi Nanovest dikutip Jumat (21/3/2025) dijelaskan bahwa faktor utama yang mendasari lonjakan harga ini adalah ketegangan geopolitik yang semakin memburuk, khususnya terkait eskalasi konflik di Gaza.
Serangan militer yang dilancarkan Israel terhadap Hamas di Gaza menjadi pemicu utama yang mempengaruhi pasar emas. Serangan tersebut berisiko menggagalkan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya, yang dapat memperburuk ketegangan regional. Laporan dari warga Palestina menyebutkan serangan udara Israel di berbagai wilayah Gaza, yang menambah ketidakpastian dan ketegangan di kawasan tersebut. Dalam situasi seperti ini, emas semakin dipandang sebagai aset yang aman, menarik minat investor untuk membeli lebih banyak emas sebagai perlindungan terhadap risiko geopolitik dan ekonomi.
Di sisi lain, investor juga mencerna data ekonomi terbaru dari AS yang menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan ritel pada Februari lebih rendah dari perkiraan. Hal ini turut menekan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun. Penurunan imbal hasil obligasi ini menjadi katalis bagi kenaikan harga emas, mengingat emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Meskipun data tersebut mengindikasikan pelemahan belanja konsumen, tidak ada tanda-tanda perlambatan ekonomi yang signifikan. Namun, ketidakpastian tetap menyelimuti pasar, karena sentimen konsumen terus memburuk dan risiko perang dagang semakin meningkat akibat kebijakan perdagangan agresif dari Presiden AS, Donald Trump.
Fundamental
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






