Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Saham Volatil, Investor Beralih ke Obligasi Pemerintah

Penulis : Vinnilya Huanggrio
24 Mar 2025 | 17:52 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Ketidakpastian di pasar saham belakangan ini membuat investor mulai mengalihkan portofolio mereka ke instrumen yang lebih stabil, seperti obligasi pemerintah. Tren ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap surat utang negara, yang tercermin dalam penguatan harga obligasi serta penurunan yield dalam beberapa waktu terakhir.

Head of Fixed Income Sucorinvest Asset Management, Dimas Yusuf mengatakan secara historis, pasar saham cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi maupun isu global. Sebaliknya, obligasi, terutama obligasi pemerintah, lebih defensif dan relatif stabil di tengah ketidakpastian. Hal ini yang mendorong investor untuk mencari perlindungan di aset pendapatan tetap.

“Ketika volatilitas di pasar saham meningkat, investor secara alami mencari instrumen yang lebih aman. Obligasi pemerintah menjadi pilihan utama karena memiliki risiko lebih rendah dibandingkan saham,” ujar Dimas Yusuf dalam Investor Market Today, Senin (24/3/2025).

ADVERTISEMENT

Selain itu, kebijakan bank sentral berperan dalam menjaga stabilitas pasar obligasi. Dukungan Bank Indonesia (BI) kian memperkuat keyakinan dan menenangkan investor terhadap instrumen pendapatan tetap, sehingga arus dana ke obligasi pemerintah tetap tinggi meskipun pasar saham sedang bergejolak.

Dengan kondisi ini, para pelaku pasar masih akan terus mencermati perkembangan kebijakan ekonomi dan faktor global yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar ke depan.

Di sisi lain, Dimas menuturkan bahwa gejolak di pasar saham tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara berkembang lainnya. Investor global cenderung mengambil sikap defensif di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi. Beban pasar saham Indonesia memang cukup berat dalam beberapa waktu terakhir.

“Ada beberapa negara lain contohnya seperti Thailand itu juga pergerakannya pasar sahamnya cenderung negatif malah kalau gak salah lebih dalam lagi secara year to date (ytd) dibandingkan dengan Indonesia,” sebut Dimas.

Pasar Saham Volatil, Investor Beralih ke Obligasi Pemerintah
Ilustrasi: Investor Daily

Dia yakin, tidak ada masalah serius menyangkut fundamental ekonomi Indonesia. Pergerakan pasar saat ini cenderung didorong kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian sehingga perlu mengambil langkah lebih defensif.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas pada Senin (24/3/2025), indeks saham Asia cenderung melemah akibat ancaman dampak tarif Trump. Pasar diperkirakan masih sangat sensitif merespons pemberlakuan tarif resiprokal AS pada 2 April mendatang.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia