Jumat, 15 Mei 2026

Saham Raja Nikel Bisa Naik 74%, Sekarang Lagi Diobral

Penulis : Harso Kurniawan
26 Mar 2025 | 19:06 WIB
BAGIKAN
Merdeka Battery Materials (MBMA)
Sumebr; Ist
Merdeka Battery Materials (MBMA) Sumebr; Ist

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), perusahaan nikel dengan cadangan terbesar di Indonesia, diprediksi membaik tahun ini, didorong oleh keberhasilan perseroan masuk ekosistem kendaraan listrik (EV). Tahun ini, MBMA mulai menjual mixed hydroxide precipitate (MHP), material penting baterai EV.

MHP adalah produk nikel antara yang diolah menjadi kobalt dan nikel sulfat, material kutub positif baterai EV jenis lithium ion. Masuknya MBMA ke rantai pasok EV bakal positif ke harga saham yang saat ini terdiskon jauh dari nilai wajar.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, selama kuartal III-2025, MBMA mengalami penurunan pendapatan 4% secara kuartalan menjadi US$ 458,16 juta. Laba bersih turun 61,8% secara kuartalan menjadi US$ 13,78 juta.

ADVERTISEMENT

Hal ini diakibatkan oleh defisit margin high grade nickel matte (HGNM) 125.60% QoQ US$ -469 per ton vs US$ 1,83 per ton di kuartal sebelumnya dengan total produksi 12.980 ton, ASP sebesar US$ 13.350 per ton, dan all in sustaining cost (AISC) sebesar US$ 13.830 per ton.

Realisasi produksi nickel pig iron (NPI) dan HGNM perseroan kuartal III-2024 menurun dibandingkan kuartal sebelumnya, akibat perbaikan tungku pada salah satu dari dua jalur RKEF smelter.

Selanjutnya, MBMA melakukan eksplorasi pertambangan secara konsisten demi memenuhi kebutuhan operasional fasilitas high pressure acid leach (HPAL) yang menghasilkan MHP. Kehadiran pabrik HPAL PT ESG New Energy Material dan PT Meiming New Energy Material pada kuartal IV-2024.

Hal itu akan mendorong tambang SCM milik MBMA meningkatkan agresitivitas operasional demi memenuhi permintaan tambahan bijih nikel limonit tahun 2025 sebanyak 9 juta ton per tahun.

“Produksi bijih nikel limonit perseroan meningkat 131,25% menjadi 3,7 juta ton kuartal III tahun lalu dari periode sama tahun sebelumnya 1,6 juta ton,” tulis Phintraco dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (26/3/2025).

Sementara itu, Phintraco mencatat, pabrik acid iron metal (AIM) MBMA telah menghasilkan 164.985 ton asam, 225.036 ton uap, serta berhasil memproduksi first sponge copper di kuartal IV tahun lalu. Pembangunan pabrik logam klorida sedang dalam tahap proses commissioning, sedangkan pabrik katoda tembaga sudah berada di tahap akhir konstruksi pada periode itu.

HPAL dan Target Harga Saham 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia