Saham Raja Nikel Bisa Naik 74%, Sekarang Lagi Diobral
JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), perusahaan nikel dengan cadangan terbesar di Indonesia, diprediksi membaik tahun ini, didorong oleh keberhasilan perseroan masuk ekosistem kendaraan listrik (EV). Tahun ini, MBMA mulai menjual mixed hydroxide precipitate (MHP), material penting baterai EV.
MHP adalah produk nikel antara yang diolah menjadi kobalt dan nikel sulfat, material kutub positif baterai EV jenis lithium ion. Masuknya MBMA ke rantai pasok EV bakal positif ke harga saham yang saat ini terdiskon jauh dari nilai wajar.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, selama kuartal III-2025, MBMA mengalami penurunan pendapatan 4% secara kuartalan menjadi US$ 458,16 juta. Laba bersih turun 61,8% secara kuartalan menjadi US$ 13,78 juta.
Hal ini diakibatkan oleh defisit margin high grade nickel matte (HGNM) 125.60% QoQ US$ -469 per ton vs US$ 1,83 per ton di kuartal sebelumnya dengan total produksi 12.980 ton, ASP sebesar US$ 13.350 per ton, dan all in sustaining cost (AISC) sebesar US$ 13.830 per ton.
Realisasi produksi nickel pig iron (NPI) dan HGNM perseroan kuartal III-2024 menurun dibandingkan kuartal sebelumnya, akibat perbaikan tungku pada salah satu dari dua jalur RKEF smelter.
Selanjutnya, MBMA melakukan eksplorasi pertambangan secara konsisten demi memenuhi kebutuhan operasional fasilitas high pressure acid leach (HPAL) yang menghasilkan MHP. Kehadiran pabrik HPAL PT ESG New Energy Material dan PT Meiming New Energy Material pada kuartal IV-2024.
Hal itu akan mendorong tambang SCM milik MBMA meningkatkan agresitivitas operasional demi memenuhi permintaan tambahan bijih nikel limonit tahun 2025 sebanyak 9 juta ton per tahun.
“Produksi bijih nikel limonit perseroan meningkat 131,25% menjadi 3,7 juta ton kuartal III tahun lalu dari periode sama tahun sebelumnya 1,6 juta ton,” tulis Phintraco dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (26/3/2025).
Sementara itu, Phintraco mencatat, pabrik acid iron metal (AIM) MBMA telah menghasilkan 164.985 ton asam, 225.036 ton uap, serta berhasil memproduksi first sponge copper di kuartal IV tahun lalu. Pembangunan pabrik logam klorida sedang dalam tahap proses commissioning, sedangkan pabrik katoda tembaga sudah berada di tahap akhir konstruksi pada periode itu.
HPAL dan Target Harga Saham
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






