Harga Minyak Melonjak Hampir 2% Berkat Sanksi Baru AS terhadap Iran
Harga minyak Brent dan WTI sempat turun lebih dari 2% pada Senin (21/4/2025) akibat kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran dan aksi jual saham. Meskipun ada pemulihan pada hari Selasa, investor tetap khawatir bahwa tarif AS dapat mengurangi aktivitas ekonomi global, yang pada akhirnya akan menekan harga minyak kedepannya.
Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Selasa mengurangi proyeksi pertumbuhannya untuk tahun ini, dengan alasan tarif AS yang berada pada level tertinggi dalam 100 tahun dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.
"(Tarif AS) berisiko memperlambat perdagangan global, mengganggu rantai pasokan, dan meningkatkan biaya di industri-industri besar pengkonsumsi energi – semua faktor ini bisa sangat mengurangi permintaan minyak," kata kepala riset komoditas untuk perusahaan manajemen aset Conning Marcus McGregor.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Selasa bahwa ia percaya ketegangan perdagangan antara AS dan China akan mereda, meskipun pembicaraan dengan Beijing belum dimulai dan akan menjadi ‘proses yang panjang’.
Sumber lain juga melaporkan bahwa Kementerian Ekonomi Rusia mengurangi proyeksi harga rata-rata harga minyak Brent untuk 2025 hampir 17% dari perkiraan sebelumnya pada bulan September.
Stok minyak mentah AS diperkirakan turun pada pekan lalu, menurut hasil jajak pendapat Reuters yang dirilis pada Selasa.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






