Harga Minyak Melonjak Hampir 2% Berkat Sanksi Baru AS terhadap Iran
HOUSTON, investor.id - Harga minyak mengalami lonjakan hampir 2% pada Selasa (22/4/2025). Hal itu karena sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan pemulihan pasar saham setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik US$ 1,18 (1,8%) menjadi US$ 67,44 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk Mei, yang berakhir pada penyelesaian Selasa, menguat US$ 1,23 (2%) menjadi US$ 64,32.
Sementara harga minyak WTI untuk Juni, yang lebih aktif diperdagangkan, juga naik 2% dan ditutup pada US$ 63,47 per barel.
Mitra di Again Capital yang berbasis di New York John Kilduff mengatakan, sanksi baru yang dikeluarkan oleh AS pada Selasa menargetkan seorang taipan pengangkut gas cair dan minyak mentah Iran beserta jaringan korporasinya.
Meskipun, lanjut dia, pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran menunjukkan kemajuan pada akhir pekan lalu, kegagalan mencapai kesepakatan dapat berdampak besar pada ekspor minyak Iran di tengah sanksi AS yang semakin ketat.
"Entah suatu kesepakatan nuklir tercapai atau AS berusaha mengurangi aliran minyak Iran hingga nol, dan semakin terlihat bahwa skenario nol aliran minyak tersebut yang mungkin terjadi," ujar Kilduff.
Analis Mizuho Robert Yawger mengatakan, pemulihan pasar saham, yang menunjukkan minat risiko lebih tinggi dari para investor, juga turut membantu mendorong harga minyak.
Saham AS menguat pada Selasa setelah investor fokus pada laporan pendapatan perusahaan, pasca kritik tajam Presiden AS Donald Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell yang memicu aksi jual besar-besaran di pasar sebelumnya.
Kekhawatiran Tarif AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






