Masih Tepatkah Beli Emas Sekarang? Ahli Bilang Begini
Sementara itu, harga emas global rontok lagi pada Rabu (23/4/2025). Hal itu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk memecat Ketua The Fed Jerome Powell.
Selain itu, seperti dikutip dari Reuters, Trump juga menunjukkan sikap optimistis terhadap kesepakatan dagang dengan China. Dua sentimen tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai ikut memudar untuk sementara.
Harga emas hari ini sempat turun 0,7% ke level US$ 3.357,1 per ons. Sedangkan kontrak berjangka turun tajam 1,5% menjadi US$ 3.366,8 per ons.
Beberapa lembaga keuangan besar, termasuk Goldman Sachs, memproyeksikan harga emas sangat bullish. Goldman Sachs memperkirakan harga emas mencapai US$ 4.000 per ons pada pertengahan 2026 – dengan target US$ 3.700 pada akhir 2025.
UBS lebih konservatif dengan proyeksi harga emas mencapai US$ 3.500 per ons. “Kedua lembaga tersebut didorong oleh permintaan bank sentral, ketidakpastian geopolitik, dan kekhawatiran resesi yang menjadi pendorong utama bagi emas sebagai pilihan investasi,” tulis Kiwoom Sekuritas dalam ulasannya.
Di lain pihak, JP Morgan memprediksi harga emas bisa mencapai US$ 3.750 pada tahun 2025 hingga 2026. JP Morgan juga meyakini harga emas tetap bullish.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






