Harga Emas Anjlok 2% karena Komentar Trump Soal The Fed dan China
JAKARTA, investor.id – Harga emas pada Rabu (23/4/2025) memperpanjang penurunannya dari level tertinggi sepanjang masa. Harga emas anjlok 2% karena komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal The Federal Reserve (The Fed) dan China meningkatkan sentimen risiko.
Minat investor terhadap aset berisiko meningkat setelah Trump mengatakan dirinya tidak berencana untuk memecat ketua dewan gubernur bank sentral AS. Ia juga mengisyaratkan kemajuan dengan China di bidang tarif.
Harga emas spot turun 2,2% menjadi US$ 3.305,79 per ons pada pukul 09:23 ET (1323 GMT), setelah mencapai rekor tertinggi US$ 3.500,05 pada sesi sebelumnya. Harga emas berjangka AS turun 2,9% menjadi US$ 3.320,40.
"Pasar mulai bergerak melewati kejatuhan tarif. Anda akan melihat rotasi luas dari beberapa aset safe haven kembali mengejar beberapa nama tertentu seperti Apple, Tesla," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible seperti dikutip Reuters, Rabu (23/4/2025).
Sentimen di pasar keuangan yang lebih luas membaik dan dolar AS menguat setelah Presiden Trump menarik kembali ancamannya untuk memecat Gubernur The Fed Jerome Powell, setelah berhari-hari mengintensifkan kritik terhadap kepala bank sentral tersebut karena tidak memangkas suku bunga.
Trump juga menyatakan optimisme bahwa ia akan membuat kemajuan dengan China yang akan menurunkan tarif secara substansial. Tetapi ia juga memperingatkan, jika mereka China membuat kesepakatan maka pihak AS akan membuat kesepakatan.
Baca Juga:
Muncul Ramalan Baru Harga EmasEmas, yang digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, telah naik lebih dari 26% sejak awal 2025. Kenaikan ini didorong oleh pembelian bank sentral, ketakutan perang tarif, dan permintaan investasi yang kuat.
"Dari perspektif teknis, puncak ledakan di sekitar US$ 3.500 dan pembalikan tajam, dalam jangka pendek, telah meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam," demikian catatan bank Saxo Ole Hansen.
"Namun, harga emas sejauh ini berhasil menemukan support di US$ 3.292, level retracement 0,382, yang untuk saat ini menandakan koreksi lemah dalam tren naik yang kuat," lanjutnya.
Harga perak naik 1% menjadi US$ 32,83 per ons, harga platinum naik sekitar 0,9% menjadi US$ 967,61, dan paladium naik 0,6% menjadi US$ 941,04 menurut data Reuters yang diakses Rabu pukul 23.00 WIB.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






