Jumat, 15 Mei 2026

Arah Harga Emas Saat Pasar Fokus pada Data Ekonomi AS

Penulis : Indah Handayani
29 Apr 2025 | 11:11 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi transaksi emas. (Treasury)
Ilustrasi transaksi emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id - Harga emas diprediksi menguat pada Selasa (29/4/2025). Di tengah pasar fokus menantikan rilis -data penting Ekonomi Amerika Serikat (AS).

Harga emas hari ini terlihat melemah 0,9% menjadi US$ 3.315,1 pada saat berita ini ditulis.

Analis dari Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha mengatakan, harga emas sedikit tertekan dan ini terjadi seiring dengan penguatan moderat Dolar AS dan meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Kebijakan terbaru China yang mengecualikan sebagian impor AS dari tarif tambahan meningkatkan optimisme pasar.

ADVERTISEMENT

“Meskipun pernyataan dari kedua negara masih terkesan saling bertolak belakang,” ungkap Andy, Selasa (29/4/2025).

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan, penyelesaian masalah tarif kini berada di tangan China, yang diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan.

Dari sisi teknikal, Andy menyebut, formasi candlestick dan indikator Moving Average saat ini menunjukkan bahwa tren bullish pada emas mulai terbentuk kembali. “Selama harga bertahan di atas support utama, emas berpeluang memperpanjang kenaikannya menuju target berikutnya di US$ 3.367,” papar Andy.

Meski demikian, Andy mengingatkan adanya risiko pembalikan arah. Jika tekanan beli melemah, harga emas berpotensi turun kembali ke area support di sekitar US$ 3.267. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk mencermati reaksi harga di sekitar level resistance dan support kunci hari ini.

Kebijakan The Fed

Selain faktor teknikal, Andy menyebut, perhatian investor juga tertuju pada potensi kebijakan moneter The Fed. Ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dalam pertemuan FOMC pada 7 Mei mendatang menjadi salah satu faktor pendukung harga emas.

Investor kini menantikan sejumlah data ekonomi penting, termasuk laporan awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama dan data ketenagakerjaan April. Diperkirakan, ekonomi AS akan menciptakan sekitar 135 ribu lapangan pekerjaan, dengan tingkat pengangguran tetap di angka 4,2%.

Data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan bisa melemahkan Dolar AS, sekaligus mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Secara keseluruhan, Andy menyebut, outlook harga emas untuk hari ini masih cenderung positif, dengan potensi menguat menuju US$ 3.367, selama kondisi sentimen global tetap kondusif dan Dolar AS tidak mengalami penguatan signifikan.

“Namun, pelaku pasar diimbau tetap berhati-hati terhadap potensi volatilitas tinggi menjelang rilis data ekonomi utama,” tutupnya.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia