Wall Street Tetap Menguat Meski PDB AS Terkontraksi
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan penyebab pelemahan pertumbuhan ekonomi adalah ‘warisan Biden’. Ia pun meminta publik untuk ‘bersabar’, karena dampak dari kebijakan barunya masih dalam proses.
"Rentetan perubahan kebijakan yang terus-menerus menciptakan ketidakpastian tinggi bagi pelaku usaha dan investor. Laporan ini bisa menjadi peringatan dini bagi pemerintahan baru,” kata Kepala Strategi Investasi di Global X ETFs Scott Helfstein.
Meski dibayangi sentimen negatif, pelaku pasar akhirnya kembali berburu saham menjelang penutupan. Pemulihan ini menandai rebound dramatis setelah aksi jual besar-besaran awal April akibat pengumuman tarif balasan Trump pada 2 April lalu, yang sempat menyeret S&P 500 turun lebih dari 11% dan hampir 20% dari rekor tertinggi Februari.
Meski bangkit di akhir bulan, S&P 500 tetap mencatat penurunan bulanan 0,8%, sementara Dow Jones terkoreksi 3,2%. Ini menjadi bulan ketiga berturut-turut keduanya mencatatkan penurunan. Satu-satunya indeks yang positif adalah Nasdaq, yang berhasil naik hampir 0,9% selama April.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






