Wall Street Anjlok Lagi, Pasar Cemas Soal Kesepakatan Dagang
Namun, hingga kini belum ada kesepakatan dagang resmi yang diumumkan. Sementara itu, data dari Institute for Supply Management pada Senin menunjukkan aktivitas sektor jasa AS di April lebih kuat dari perkiraan, tetapi kekhawatiran soal tarif masih membayangi.
“Kita mungkin akan menyentuh level terendah baru, bahkan jika Trump menurunkan tarif China jadi 50% atau 40%. Itu tetap akan jadi kenaikan pajak terbesar sejak tahun 1960-an, yang bisa memangkas pertumbuhan 2-3%,” jelas Manajer hedge fund ternama Paul Tudor Jones.
The Fed memulai rapat kebijakan dua harinya pada Selasa, dengan keputusan dijadwalkan Rabu (7/5/2025). Pasar memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga, dengan peluang pemangkasan hanya sekitar 3,1%.
Meski begitu, para pelaku pasar akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait prospek ekonomi AS.
Kepala Ekonom TruStage Steve Rick mengatakan, meski ada tekanan dari luar untuk memangkas suku bunga, The Fed kemungkinan akan bertahan dengan jeda saat ini hingga ada kejelasan lebih soal faktor-faktor ekonomi utama. “Seiring dampak tarif mulai terasa, kami memperkirakan ekonomi akan bergerak melambat dibanding beberapa bulan terakhir,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






