Sinyal Hawkish The Fed Tak Goyahkan Wall Street
NEW YORK, investor.id – Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (7/5/2025), meski sempat bergerak liar. Hal itu seiring para pelaku pasar mencerna sinyal kehati-hatian The Fed dan perkembangan baru dalam hubungan dagang Amerika Serikat (AS)-China.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,43% ke level 5.631,28. Nasdaq Composite ikut menguat 0,27% ke 17.738,16. Sedangkan Dow Jones Industrial Average melesat 284,97 poin (0,7%) menjadi 41.113,97.
Kenaikan Dow Jones didorong lonjakan hampir 11% saham Disney setelah perusahaan itu membukukan laba kuartal kedua fiskal yang melampaui ekspektasi serta pertumbuhan mengejutkan jumlah pelanggan layanan streaming-nya.
Sesuai prediksi, Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25% hingga 4,5%, tetap tak berubah sejak Desember lalu.
“The Committee memperhatikan risiko di kedua sisi mandatnya dan menilai risiko kenaikan pengangguran serta inflasi semakin meningkat,” demikian pernyataan resmi FOMC.
Pengumuman The Fed ini bertepatan dengan meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang global yang bisa memicu kenaikan harga, sekaligus menyulitkan upaya bank sentral menekan inflasi menuju target 2%.
Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers menegaskan, jika ‘kenaikan tarif besar’ yang diumumkan tetap berlaku, hal itu bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi, menaikkan inflasi jangka panjang, dan meningkatkan pengangguran.
Sinyal The Fed
Chief Global Strategist JPMorgan Asset Management David Kelly menilai, pernyataan The Fed ini seperti sinyal peringatan bagi pemerintah, seolah mengatakan ‘kebijakan pemerintah AS menyebabkan inflasi dan pengangguran lebih tinggi.
“Ini pernyataan agak hawkish. Mereka bilang, ‘Kami tidak akan buru-buru menurunkan suku bunga karena ada risiko di kedua sisi mandat kami, dan kami belum yakin arah mana yang harus diambil’,” paparnya.
Sementara itu, saham Nvidia melonjak 3% setelah laporan Bloomberg menyebutkan pemerintah Trump berencana mencabut pembatasan chip AI era Biden, kabar yang memicu optimisme pasar.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan tidak akan menurunkan tarif tinggi terhadap China sebagai syarat untuk memulai negosiasi dagang. Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan akhir pekan di Swiss antara pejabat AS dan China guna membahas isu perdagangan.
Namun, pasar juga mendapat tekanan dari penurunan saham Alphabet dan Apple yang masing-masing turun sekitar 7% dan 1%. Bloomberg melaporkan, kepala layanan Apple menyebut perusahaan berencana menambahkan layanan AI sebagai opsi pencarian di browser Safari, langkah yang memicu spekulasi akhir kerja sama Apple dengan Google.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






