Jumat, 15 Mei 2026

Sinyal Hawkish The Fed Tak Goyahkan Wall Street

Penulis : Indah Handayani
8 Mei 2025 | 05:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
Sumber; AP
Ilustrasi Wall Street Sumber; AP

NEW YORK, investor.id – Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (7/5/2025), meski sempat bergerak liar. Hal itu seiring para pelaku pasar mencerna sinyal kehati-hatian The Fed dan perkembangan baru dalam hubungan dagang Amerika Serikat (AS)-China.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,43% ke level 5.631,28. Nasdaq Composite ikut menguat 0,27% ke 17.738,16. Sedangkan Dow Jones Industrial Average melesat 284,97 poin (0,7%) menjadi 41.113,97.

Kenaikan Dow Jones didorong lonjakan hampir 11% saham Disney setelah perusahaan itu membukukan laba kuartal kedua fiskal yang melampaui ekspektasi serta pertumbuhan mengejutkan jumlah pelanggan layanan streaming-nya.

ADVERTISEMENT

Sesuai prediksi, Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25% hingga 4,5%, tetap tak berubah sejak Desember lalu.

“The Committee memperhatikan risiko di kedua sisi mandatnya dan menilai risiko kenaikan pengangguran serta inflasi semakin meningkat,” demikian pernyataan resmi FOMC.

Pengumuman The Fed ini bertepatan dengan meningkatnya kekhawatiran akan perang dagang global yang bisa memicu kenaikan harga, sekaligus menyulitkan upaya bank sentral menekan inflasi menuju target 2%.

Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers menegaskan, jika ‘kenaikan tarif besar’ yang diumumkan tetap berlaku, hal itu bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi, menaikkan inflasi jangka panjang, dan meningkatkan pengangguran.

Sinyal The Fed

Chief Global Strategist JPMorgan Asset Management David Kelly menilai, pernyataan The Fed ini seperti sinyal peringatan bagi pemerintah, seolah mengatakan ‘kebijakan pemerintah AS menyebabkan inflasi dan pengangguran lebih tinggi.

“Ini pernyataan agak hawkish. Mereka bilang, ‘Kami tidak akan buru-buru menurunkan suku bunga karena ada risiko di kedua sisi mandat kami, dan kami belum yakin arah mana yang harus diambil’,” paparnya.

Sementara itu, saham Nvidia melonjak 3% setelah laporan Bloomberg menyebutkan pemerintah Trump berencana mencabut pembatasan chip AI era Biden, kabar yang memicu optimisme pasar.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan tidak akan menurunkan tarif tinggi terhadap China sebagai syarat untuk memulai negosiasi dagang. Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan akhir pekan di Swiss antara pejabat AS dan China guna membahas isu perdagangan.

Namun, pasar juga mendapat tekanan dari penurunan saham Alphabet dan Apple yang masing-masing turun sekitar 7% dan 1%. Bloomberg melaporkan, kepala layanan Apple menyebut perusahaan berencana menambahkan layanan AI sebagai opsi pencarian di browser Safari, langkah yang memicu spekulasi akhir kerja sama Apple dengan Google.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia