Jumat, 15 Mei 2026

Pengamat Sebut Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi, Kinerja PGEO Jadi Bukti

Penulis : Indah Handayani
9 Mei 2025 | 16:42 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Pertamina Geothermal Energy (PGEO). Foto/PGEO
Ilustrasi Pertamina Geothermal Energy (PGEO). Foto/PGEO

JAKARTA, investor.id – Pengembangan energi panas bumi dinilai semakin krusial di tengah percepatan transisi energi bersih di Indonesia. Pengamat energi menilai kinerja solid PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi bukti nyata bahwa sektor energi baru terbarukan (EBT), khususnya panas bumi, memiliki prospek cerah di masa depan.

Wakil Ketua Komite Tetap Perencanaan Pengembangan Energi Baru Terbarukan Kadin Indonesia, Feiral Rizky Batubara, menyatakan penguatan fundamental PGE mencerminkan kepercayaan investor terhadap sektor ini. “Performa PGE yang solid memberikan sinyal positif bagi pengembangan EBT, terutama panas bumi. Investor melihat komitmen pemerintah yang jelas untuk mendorong transisi energi,” ujar Feiral dalam keterangannya Jumat (9/5/2025).

Data keuangan PGEO kuartal I-2025 mendukung pernyataan tersebut. PGEO membukukan pendapatan US$ 101,51 juta, dengan total aset naik 0,93% menjadi US$ 3,03 miliar. Selain itu, kas bersih dari aktivitas operasi juga meningkat 12,04% YoY menjadi US$ 77,47 juta.

ADVERTISEMENT

Menurut Feiral, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk mengembangkan energi terbarukan, termasuk panas bumi. Hal ini menciptakan kepastian bagi investor. “Pemerintah sudah menetapkan bahwa EBT tidak bisa mundur. PLN dan Kementerian ESDM sedang menyiapkan infrastruktur jaringan untuk menyalurkan energi bersih, termasuk panas bumi,” jelasnya.

Feiral menekankan, di tengah upaya global menuju energi bersih, kehadiran sumber energi andal seperti panas bumi sangat penting. “Sumber energi intermiten seperti angin dan surya butuh cadangan daya yang stabil. Panas bumi bisa menjadi baseload yang mendukung keandalan sistem kelistrikan,” ungkapnya.

Meski begitu, Feiral mengingatkan, pengembangan panas bumi masih menghadapi tantangan, mulai dari perizinan hingga lokasi potensi yang banyak berada di daerah pegunungan. “Perlu dukungan nyata pemerintah, baik dari sisi regulasi maupun komersial, agar optimal,” kata pendiri Indonesia Center of Energy Resilience Studies ini.

Kontribusi Panas Bumi

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 16 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia