Jumat, 15 Mei 2026

Saham Lesu, Manajemen BMRI Bilang Gini

Penulis : Nida Sahara
18 Jun 2025 | 22:20 WIB
BAGIKAN
Bank Mandiri akan terus memperkuat integrasi prinsip ESG ke dalam seluruh proses bisnis, melalui penyempurnaan kebijakan, tata kelola, dan implementasi yang sejalan dengan standar global. (Bank Mandiri/Istimewa)
Bank Mandiri akan terus memperkuat integrasi prinsip ESG ke dalam seluruh proses bisnis, melalui penyempurnaan kebijakan, tata kelola, dan implementasi yang sejalan dengan standar global. (Bank Mandiri/Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Saham bank-bank papan atas lesu pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (18/6/2025) usai pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan di 5,5%.

Keempat saham emiten perbankan yang kontraksi juga sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memerah. Mengacu dara RTI Business, IHSG ditutup di level 7107,79 atau turun 48.06 poin (0,67%).

Sementara, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,93% ke level Rp 8.900 per saham, turun terdalam dibandingkan bank-bank besar lainnya. Kemudian, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi 1,38% menjadi Rp 4.300 per saham.

ADVERTISEMENT

Berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga mengalami koreksi 0,51% ke level Rp 3.940 per saham pada penutupan perdagangan hari ini. Lalu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga turun 0,49% ke level Rp 5.075 per saham.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary BMRI M. Ashidiq Iswara mengatakan bahwa volatilitas harga saham BMRI saat ini tidak mencerminkan fundamental Bank Mandiri yang masih membukukan kinerja positif hingga kuartal I-2025 dengan pertumbuhan kredit secara konsolidasi sebesar 16,5% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 1.672,42 triliun.

"Kami optimis dapat melanjutkan tren pertumbuhan bisnis secara sehat sesuai dengan rencana bisnis yang sudah kami sampaikan kepada regulator. Sehingga kami dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham BMRI," ungkap Ossy sapaan akrabnya, kepada Investor Daily.

IHSG hari ini juga dinilai tertekan seiring pelemahan Indeks Saham Asia karena pasar masih terbebani gejolak konflik Iran dan Israel yang dikhawatirkan meluas.

Menurut Ossy, dampak konflik Israel dan Iran memang terlihat langsung pada volatilitas pasar keuangan dan fluktuasi harga komoditas terutama harga minyak. Jika konflik berlangsung lama atau tereskalasi lebih jauh, kenaikan harga minyak dapat menyebabkan tekanan inflasi dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.

"Konsekuensinya, perbankan juga akan menghadapi risiko tekanan terhadap likuiditas dan melambatnya pertumbuhan kredit yang lebih dalam," kata Ossy.

Editor: Nida Sahara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia