Aksi Vanguard Group, JP Morgan, hingga BlackRock di GOTO
JAKARTA, investor.id – Sejumlah manajer investasi global terpantau mengakumulasi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sepanjang tahun berjalan ini, antara lain Vanguard Group, JP Morgan, hingga Blackrock.
Para manajer investasi ternama itu ditengarai getol mengoleksi saham GOTO, yang pada perdagangan Jumat (20/6/2025) menyentuh level Rp 59 atau terendah sejak 11 September 2024.
Baca Juga:
Saham Antam (ANTM) Kenapa Seperti Ini?Berdasarkan data Bloomberg, Vanguard Group menjadi institusi asing yang paling banyak membeli saham GOTO sepanjang 2025. Secara year to date (ytd), fund manager asal Amerika Serikat itu telah menambah 3,8 miliar saham GOTO, sehingga totalnya menjadi 42,88 miliar saham.
Selanjutnya, CSOP Asset Management Ltd – entitas fund manager berbasis di Hong Kong. CSOP mengoleksi 3,56 miliar saham GOTO selama kurang dari enam bulan. CSOP terbilang baru menjadi investor GOTO, karena pada 2024 tidak tercatat sebagai pemegang saham.
Baca Juga:
Saham Bukit Asam (PTBA) Langsung LongsorSelain itu, ada JP Morgan Chase & Co yang menyerok sebanyak 2,46 miliar saham GOTO sepanjang tahun berjalan ini, sehingga total kepemilikannya menjadi 2,49 miliar saham.
Kemudian, State Street Corp yang memborong 781,11 juta saham GOTO selama tahun berjalan ini, sehingga total kepemilikannya menjadi 3,98 miliar saham.
Tak ketinggalan, Blackrock Inc yang memborong 606,18 juta saham GOTO. Saat ini, Blackrock mengantongi 25,19 miliar saham GOTO.
Baca Juga:
Nasib BBCA, BMRI, ADROAnalis Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga mengatakan bahwa aksi akumulasi saham GOTO oleh manajer investasi asing ternama seperti Vanguard, JP Morgan, CSOP, hingga Blackrock mencerminkan ekspektasi terhadap potensi pertumbuhan ekosistem digital GOTO dalam beberapa tahun ke depan.
"Mereka melihat valuasi saham GOTO sudah cukup murah secara historis. Ini menjadi momentum akumulasi bagi investor institusi dengan horizon investasi jangka panjang," kata Aditya, yang dikutip pada Senin (23/6/2025).
Menurut dia, meski GOTO kini belum membukukan laba bersih, investor global tampaknya tetap mempertimbangkan kekuatan jaringan pengguna dan layanan ekosistem digital yang luas, termasuk Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.
“Selama GOTO masih memiliki akses pembiayaan, strategi efisiensi, dan potensi sinergi dalam ekosistemnya, saham ini tetap atraktif bagi investor institusi,” jelasnya.
Pemicu Pelemahan Saham GOTO
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






