Jumat, 15 Mei 2026

Aksi Vanguard Group, JP Morgan, hingga BlackRock di GOTO

Penulis : Jauhari Mahardhika
23 Jun 2025 | 10:54 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah manajer investasi global terpantau mengakumulasi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sepanjang tahun berjalan ini, antara lain Vanguard Group, JP Morgan, hingga Blackrock.

Para manajer investasi ternama itu ditengarai getol mengoleksi saham GOTO, yang pada perdagangan Jumat (20/6/2025) menyentuh level Rp 59 atau terendah sejak 11 September 2024.

Berdasarkan data Bloomberg, Vanguard Group menjadi institusi asing yang paling banyak membeli saham GOTO sepanjang 2025. Secara year to date (ytd), fund manager asal Amerika Serikat itu telah menambah 3,8 miliar saham GOTO, sehingga totalnya menjadi 42,88 miliar saham.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, CSOP Asset Management Ltd – entitas fund manager berbasis di Hong Kong. CSOP mengoleksi 3,56 miliar saham GOTO selama kurang dari enam bulan. CSOP terbilang baru menjadi investor GOTO, karena pada 2024 tidak tercatat sebagai pemegang saham.

Selain itu, ada JP Morgan Chase & Co yang menyerok sebanyak 2,46 miliar saham GOTO sepanjang tahun berjalan ini, sehingga total kepemilikannya menjadi 2,49 miliar saham.

Kemudian, State Street Corp yang memborong 781,11 juta saham GOTO selama tahun berjalan ini, sehingga total kepemilikannya menjadi 3,98 miliar saham.

Tak ketinggalan, Blackrock Inc yang memborong 606,18 juta saham GOTO. Saat ini, Blackrock mengantongi 25,19 miliar saham GOTO.

Analis Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga mengatakan bahwa aksi akumulasi saham GOTO oleh manajer investasi asing ternama seperti Vanguard, JP Morgan, CSOP, hingga Blackrock mencerminkan ekspektasi terhadap potensi pertumbuhan ekosistem digital GOTO dalam beberapa tahun ke depan.

"Mereka melihat valuasi saham GOTO sudah cukup murah secara historis. Ini menjadi momentum akumulasi bagi investor institusi dengan horizon investasi jangka panjang," kata Aditya, yang dikutip pada Senin (23/6/2025).

Menurut dia, meski GOTO kini belum membukukan laba bersih, investor global tampaknya tetap mempertimbangkan kekuatan jaringan pengguna dan layanan ekosistem digital yang luas, termasuk Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

“Selama GOTO masih memiliki akses pembiayaan, strategi efisiensi, dan potensi sinergi dalam ekosistemnya, saham ini tetap atraktif bagi investor institusi,” jelasnya.

Pemicu Pelemahan Saham GOTO 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia