Jumat, 15 Mei 2026

Saham Diskon Diserok Lo Kheng Hong, Dividennya Lumayan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
4 Jul 2025 | 07:17 WIB
BAGIKAN
Kawasan pabrik Gajah Tunggal (GJTL). Foto: Perseroan
Kawasan pabrik Gajah Tunggal (GJTL). Foto: Perseroan

Sementara itu, investor kawakan Lo Kheng Hong sempat terpantau menambah kepemilikannya atas saham Gajah Tunggal (GJTL).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 30 Juni 2025, Lo Kheng Hong jadi menggenggam 192.512.300 (5,52%) saham Gajah Tunggal. Bertambah 1.027.200 saham dari sebelumnya.

Dengan asumsi jumlah kepemilikan tersebut, maka Lo Kheng Hong berpeluang meraup dividen dari Gajah Tunggal sebesar Rp 9,62 miliar.

ADVERTISEMENT

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia