BERITA POPULER: Prospek Terbaru Saham BCA (BBCA) hingga Saham SSIA Kena Downgrade
JAKARTA, investor.id – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, investor.id telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Minggu (3/8/2025):
1. Hitung Ulang Saham BBCA, Ini Hasilnya
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatatkan kinerja yang tangguh pada semester I-2025, dengan laba bersih sejalan dengan ekspektasi KB Valbury Sekuritas dan konsensus.
Laba bersih BBCA pada semester I-2025 telah mencapai 49,5% dari estimasi KB Valbury Sekuritas setahun penuh dan 48,8% dari perkiraan konsensus, dibandingkan 47,38% pada tahun lalu. Lantas, bagaimana prospek selanjutnya saham BBCA setelah laporan keuangan semester I-2025 diungkap?
2. Saham Diborong Grup Djarum dan Barito Malah Kena Downgrade
Grup Djarum dan Barito telah memborong saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Namun, rating saham SSIA malah diturunkan (downgraded) oleh broker ternama, BRI Danareksa Sekuritas.
BRI Danareksa Sekuritas meyakini bahwa harga saham Surya Semesta Internusa (SSIA) saat ini, yang diperdagangkan pada diskon 44% terhadap RNAV, telah mencerminkan sebagian besar potensi jangka panjang SSIA.
BRI Danareksa Sekuritas juga menurunkan diskon terhadap RNAV dari 73% menjadi 50%, sehingga menghasilkan target harga baru saham SSIA, jadi segini.
3. Saham Nikel Mau Tembus Rp 1.000, Laba Meroket 334%
Kinerja keuangan PT Harum Energy Tbk (HRUM) meledak pada kuartal II-2025, di mana laba bersih meroket 334% secara kuartalan menjadi US$ 24 juta. Ini akan memanaskan saham HRUM hingga ke target harga yang dipatok tinggi.
Berdasarkan riset Macquarie, semester I-2025, laba bersih HRUM mencapai US$ 30 juta, setara 143% estimasi setahun penuh Macquarie dan 105% konsensus analis. Ini tak lepas dari ledakan kinerja pada kuartal II tahun ini.
4. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 3 Agustus 2025
Harga emas perhiasan mengalami perubahan berdasarkan perkembangan pasar global dan nilai tukar rupiah. Harga emas perhiasan pada Minggu (3/8/2025) kompak stabil.
Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas.
Simak daftar harga emas perhiasan berdasarkan data Laku Emas, Raja Emas Indonesia, dan Hartadinata Abadi dalam berbagai kadar karat di sini.
5. Semenarik Apa Saham BBRI setelah Lapkeu Dirilis?
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mencetak laba bersih semester I-2025 yang sejalan dengan ekspektasi KB Valbury Sekuritas dan konsensus. Sebab, laba bersih BBRI pada semester I-2025 telah mencapai 45,8% dari estimasi KB Valbury Sekuritas setahun penuh dan 45% dari perkiraan konsensus.
Analis KB Valbury Sekuritas menyebut, BBRI berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan kredit 2025 sebesar 7-9% yoy, didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 6% yoy hingga saat ini. Lantas, semenarik apa saham BBRI setelah laporan keuangan semester I-2025 dirilis?
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






