Saham BBCA Masih Downtrend, Jangan-jangan Jadi Segini
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA kembali memerah minus 0,41% ke Rp 6.125 pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Investor asing masih membukukan net sell di saham BBCA.
Sebanyak 107,39 juta saham BBCA diperdagangkan, frekuensi 26.427 kali, dan nilai transaksi Rp 654,08 miliar. Investor asing membukukan net sell di saham BBCA sejumlah Rp 20,49 miliar.
Pada dua hari bursa sebelumnya, yakni 8 dan 11 Mei, saham Bank Central Asia atau BCA juga selalu ditutup di zona merah masing-masing -0,80% dan -0,40%.
Baca Juga:
Gara-gara Pengumuman MSCIMNC Sekuritas mengungkapkan bahwa saham BBCA terkoreksi 0,41% ke 6,125 kemarin dan masih didominasi oleh tekanan jual.
“Pergerakannya pun masih berada di bawah MA20 dan masih berada di fase downtrend-nya,” kata MNC Sekuritas dalam catatannya untuk perdagangan Rabu (13/5/2026).
Karena itu, MNC Sekuritas menaksir saham BBCA masih bisa turun ke kisaran 5.625-5.900. Tapi merekomendasikan buy on weakness saham BBCA saat di area tersebut.
Target harganya dipatok di angka 6.425 untuk target pertama, lalu 6.775 untuk target harga kedua. Stoploss di bawah 5.575.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






