Kamis, 14 Mei 2026

Saham BBCA Masih Downtrend, Jangan-jangan Jadi Segini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
13 Mei 2026 | 06:48 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA kembali memerah minus 0,41% ke Rp 6.125 pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Investor asing masih membukukan net sell di saham BBCA.

Sebanyak 107,39 juta saham BBCA diperdagangkan, frekuensi 26.427 kali, dan nilai transaksi Rp 654,08 miliar. Investor asing membukukan net sell di saham BBCA sejumlah Rp 20,49 miliar.

Pada dua hari bursa sebelumnya, yakni 8 dan 11 Mei, saham Bank Central Asia atau BCA juga selalu ditutup di zona merah masing-masing -0,80% dan -0,40%.

ADVERTISEMENT

MNC Sekuritas mengungkapkan bahwa saham BBCA terkoreksi 0,41% ke 6,125 kemarin dan masih didominasi oleh tekanan jual.

“Pergerakannya pun masih berada di bawah MA20 dan masih berada di fase downtrend-nya,” kata MNC Sekuritas dalam catatannya untuk perdagangan Rabu (13/5/2026).

Karena itu, MNC Sekuritas menaksir saham BBCA masih bisa turun ke kisaran 5.625-5.900. Tapi merekomendasikan buy on weakness saham BBCA saat di area tersebut.

Target harganya dipatok di angka 6.425 untuk target pertama, lalu 6.775 untuk target harga kedua. Stoploss di bawah 5.575.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia