Saham Yang Katanya Bisa Ngacir ke Rp 25.000-an
5 Aug 2025 | 08:38 WIB
JAKARTA, investor.id - Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) ditutup loncat 1,98% ke Rp 24.500 pada perdagangan Senin (4/8/2025). Sebanyak 3,63 juta saham ditransaksikan, frekuensi 4.921 kali, dan nilai transaksi Rp 88,04 miliar.
Saham United Tractors (UNTR) diakumulasi. Broker Maybank Sekuritas mencetak net buy saham UNTR Rp 26 miliar, dan BCA Sekuritas juga net buy saham ini Rp 12,1 miliar. Asing tercatat net buy Rp 26,2 miliar.
Dalam sebulan terakhir, saham anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini meloncat 13,69%. Yang mana asing juga membukukan net buy saham United Tractors berkode UNTR Rp 597 miliar.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan trading buy saham United Tractors (UNTR) dengan target harga Rp 25.025. Broker tersebut menganjurkan masuk di kisaran Rp 24.050-24.500. Adapun support-nya di Rp 24.050. Stoploss di level Rp 23.075.
Selain itu, mengutip laporan Bloomberg per 29 Juli 2025, analis Morgan Stanley, Mayank Maheshwari, merevisi naik peringkat saham UNTR dari underweight menjadi equal-weight dengan target harga Rp 24.300.
Secara konsensus, 24 dari 30 sekuritas yang meliput saham UNTR memberikan rekomendasi buy, sementara enam lainnya termasuk Morgan Stanley menetapkan peringkat hold. Target harga rata-rata saham UNTR dalam 12 bulan ke depan diperkirakan mencapai Rp 26.886.
Kinerja
United Tractors Tbk. (UNTR), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester I-2025 dengan pertumbuhan pendapatan, meskipun laba bersih mengalami penurunan akibat tantangan di beberapa segmen usaha inti.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, UNTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 68,5 triliun sepanjang paruh pertama 2025, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 64,5 triliun. Namun, laba bersih tercatat turun 15% menjadi Rp 8,13 triliun dari sebelumnya Rp 9,56 triliun pada semester I-2024.
Manajemen menjelaskan, pelemahan laba bersih dipicu oleh penurunan kinerja di segmen kontraktor penambangan dan pertambangan batu bara termal serta metalurgi. Segmen kontraktor, yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA), menghasilkan pendapatan Rp 26,1 triliun atau turun 7% secara tahunan.
Kinerja PAMA terdampak curah hujan tinggi yang menurunkan volume pekerjaan pemindahan tanah sebesar 9% menjadi 533 juta bcm dan produksi batu bara klien turun 2% menjadi 68 juta ton, dengan stripping ratio rata-rata 7,8x.
Segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi, melalui PT Tuah Turangga Agung, mencatatkan pendapatan Rp 13,4 triliun, melemah 14% dibandingkan semester I-2024, meskipun volume penjualan batu bara naik 10% menjadi 6,6 juta ton. Pelemahan ini utamanya disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata batu bara.
Sebaliknya, segmen mesin konstruksi mencatatkan pertumbuhan signifikan. Penjualan alat berat Komatsu meningkat 27% menjadi 2.728 unit, didorong oleh permintaan dari semua sektor. Pendapatan dari segmen ini tumbuh 34% menjadi Rp 20,9 triliun.
Sementara itu, segmen pertambangan emas dan mineral lainnya menunjukkan performa positif dengan lonjakan pendapatan sebesar 60% menjadi Rp 7 triliun. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta harga rata-rata emas yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






