Emiten Konglo Main Nikel dan Batu Bara, Sahamnya Murah
JAKARTA, investor.id – PT Harum Energy Tbk (HRUM), emiten milik konglomerat Kiki Barki, mencatatkan penurunan pendapatan di tengah pelemahan penjualan batu bara selama semester I-2025, namun HRUM didukung oleh smelter nikel.
Harum Energy (HRUM) membukukan pendapatan US$ 645 juta pada semester I-2025, naik 8% yoy dibandingkan semester I-2024 yang sebesar US$ 597 juta. Peningkatan terutama didorong oleh segmen smelter nikel yang menjadi kontributor terbesar.
Pendapatan segmen smelter nikel melonjak 41% yoy menjadi US$ 402 juta. “Itu ditopang oleh kenaikan volume hingga 49% yoy, meski harga jual rata-rata (average selling price/ASP) nikel turun 5% yoy,” tulis Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas dalam risetnya, yang dikutip pada Senin (25/8/2025).
Sebaliknya, pendapatan Harum Energy dari segmen pertambangan terpangkas 21% yoy, terutama akibat penurunan volume penjualan batu bara sebesar 9% yoy dan koreksi ASP batu bara sebesar 12% yoy.
“EBITDA anjlok 37% yoy menjadi US$ 105 juta, dengan margin menyempit menjadi 16,3% dari 27,7%. Laba bersih juga merosot 20% yoy menjadi US$ 29,7 juta, yang mencerminkan pelemahan kinerja operasional inti,” ungkap Sukarno.
Secara kuartalan, emiten berkode saham HRUM tersebut menunjukkan pemulihan, dengan pendapatan naik 16% qoq dan 5% yoy. Laba bersih melonjak 334% qoq, tapi turun 34% yoy.
Total aset HRUM meningkat 23% yoy menjadi US$ 3,16 miliar, yang didorong oleh kenaikan total liabilitas sebesar 69% yoy menjadi US$ 1,34 miliar. Ekuitas naik 2% yoy menjadi US$ 1,81 miliar, mencerminkan posisi permodalan yang sehat di tengah tekanan margin.
Harga Wajar Saham HRUM
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






