Minggu, 21 Juni 2026

Emiten Konglo Main Nikel dan Batu Bara, Sahamnya Murah

Penulis : Jauhari Mahardhika
25 Aug 2025 | 18:48 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas milik Harum Energy (HRUM). (Foto: Perseroan)
Salah satu fasilitas milik Harum Energy (HRUM). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Harum Energy Tbk (HRUM), emiten milik konglomerat Kiki Barki, mencatatkan penurunan pendapatan di tengah pelemahan penjualan batu bara selama semester I-2025, namun HRUM didukung oleh smelter nikel.

Harum Energy (HRUM) membukukan pendapatan US$ 645 juta pada semester I-2025, naik 8% yoy dibandingkan semester I-2024 yang sebesar US$ 597 juta. Peningkatan terutama didorong oleh segmen smelter nikel yang menjadi kontributor terbesar.

Pendapatan segmen smelter nikel melonjak 41% yoy menjadi US$ 402 juta. “Itu ditopang oleh kenaikan volume hingga 49% yoy, meski harga jual rata-rata (average selling price/ASP) nikel turun 5% yoy,” tulis Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas dalam risetnya, yang dikutip pada Senin (25/8/2025).

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, pendapatan Harum Energy dari segmen pertambangan terpangkas 21% yoy, terutama akibat penurunan volume penjualan batu bara sebesar 9% yoy dan koreksi ASP batu bara sebesar 12% yoy.

“EBITDA anjlok 37% yoy menjadi US$ 105 juta, dengan margin menyempit menjadi 16,3% dari 27,7%. Laba bersih juga merosot 20% yoy menjadi US$ 29,7 juta, yang mencerminkan pelemahan kinerja operasional inti,” ungkap Sukarno.

Secara kuartalan, emiten berkode saham HRUM tersebut menunjukkan pemulihan, dengan pendapatan naik 16% qoq dan 5% yoy. Laba bersih melonjak 334% qoq, tapi turun 34% yoy.

Total aset HRUM meningkat 23% yoy menjadi US$ 3,16 miliar, yang didorong oleh kenaikan total liabilitas sebesar 69% yoy menjadi US$ 1,34 miliar. Ekuitas naik 2% yoy menjadi US$ 1,81 miliar, mencerminkan posisi permodalan yang sehat di tengah tekanan margin.

Harga Wajar Saham HRUM 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 60 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia