Emiten Konglo Main Nikel dan Batu Bara, Sahamnya Murah
Secara operasional, produksi dan penjualan batu bara HRUM turun 9% yoy menjadi 2,9 juta MT. ASP batu bara terkikis 12% yoy menjadi US$ 83,2/ton. “Ini mencerminkan permintaan yang melemah dan harga lebih rendah,” sebut dia.
Sebaliknya, volume penjualan nikel melonjak 49% yoy menjadi 33.385 ton, meskipun ASP turun tipis 5% yoy menjadi US$ 12.050/ton. Hal itu menegaskan pergeseran kontribusi pendapatan dari batu bara ke nikel sebagai pendorong utama pertumbuhan, sejalan dengan tren transisi energi.
Sementara itu, di lantai bursa, saham HRUM memiliki valuasi forward P/E mencapai 12 kali dan PBV sebesar 0,8 kali. Saham HRUM tergolong masih undervalued atau murah.
Dengan target P/E sebesar 13 kali (rata-rata 5 tahun) dan estimasi EPS Rp 72,56 (tahunan), serta target PBV 1 kali, maka nilai wajar HRUM sebesar Rp 1.180 per saham.
Risiko utamanya mencakup volatilitas harga komoditas, pelemahan permintaan ekspor, tekanan biaya dan margin, perubahan regulasi, serta potensi underperformance dari operasi smelter nikel.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






