Harga Emas Naik Tipis, Pasar Pantau 2 Sentimen Panas Ini!
NEW YORK, investor.id – Harga emas naik tipis pada Rabu (27/8/2025). Hal itu seiring pasar tengah menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk terkait potensi pemangkasan suku bunga The Fed.
Dikutip dari Reuters, pasar juga tengah mengkhawatirkan independensi bank sentral AS setelah Presiden Donald Trump mencoba memecat salah satu gubernur The Fed.
Harga emas spot naik tipis 0,09% menjadi US$ 3.396,5 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,5% ke US$ 3.448,6 per ons.
Data Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi favorit The Fed, dijadwalkan rilis Jumat (29/8/2025) dan diprediksi dapat menjadi acuan arah suku bunga selanjutnya. Survei ekonom Reuters memperkirakan indeks harga PCE naik 2,6% pada Juli, sama dengan kenaikan pada Juni.
Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff menilai, jika data PCE lebih tinggi dari perkiraan, hal ini kemungkinan The Fed memangkas suku bunga pada September bisa dipertanyakan. “Namun, saya menduga angka inflasi harus benar-benar kuat untuk menghentikan pemangkasan suku bunga tersebut,” ungkapnya.
Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung menguat saat suku bunga rendah dan dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang lebih dari 87% bagi The Fed untuk memangkas suku bunga 25 basis poin pada rapat kebijakan bulan depan, menurut CME FedWatch Tool.
Trump vs The Fed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






