Jumat, 15 Mei 2026

Ada Rumor Panas soal IPO, Saham Ini Tiba-tiba Melejit

Penulis : M. Ghafur Fadillah
29 Aug 2025 | 06:53 WIB
BAGIKAN
Area Proyek Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo, Pulau Sulawesi. (MDKA).
Area Proyek Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo, Pulau Sulawesi. (MDKA).

JAKARTA, investor.id - Vice President Head of Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi Kasmarandana merekomendasikan saham pilihan jangka pendek, antara lain saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan target harga (TP) Rp 2.750.

Saham MDKA sendiri di Kamis (28/8/2025) kemarin melonjak 5.02% ke Rp 2.510. Dan pada perdagangan 27 Agustus 2025, saham MDKA melejit 7,17%. Padahal saham ini mayoritas memerah pada perdagangan 21-26 Agustus, dengan hanya sekali stagnan di 22 Agustus.

Saham MDKA disorot di tengah rumor panas IPO anak usaha. Mengutip ulasan Stockbit, Rabu (27/8/2025), media melaporkan bahwa anak usaha Merdeka Copper Gold yang mengelola proyek emas Pani sudah mendaftarkan diri untuk IPO ke OJK. IPO anak usaha MDKA itu disebut-sebut bakal berlangsung September 2025.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan mampu menembus level psikologis 8.000 pada akhir 2025. Proyeksi ini menguat setelah IHSG mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level 8.020 pada perdagangan Kamis (28/8/2025), melampaui rekor sebelumnya di 7.943 pada 20 Agustus 2025.

Oktavianus Audi Kasmarandana mengatakan pihaknya masih mempertahankan target konservatif IHSG di kisaran 7.850–8.100 dalam jangka pendek. Hal ini sejalan dengan sejumlah sentimen positif.

“Pertama, penguatan harga saham big caps dan konglomerasi, di mana DCII naik 7% dan DSSA 3%, sementara saham perbankan besar cenderung tertahan pelemahannya. Kedua, peluang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbuka. The Fed memberi sinyal pemangkasan Fed Funds Rate (FFR) 25 basis poin pada September 2025, serta kemungkinan tambahan 25 bps di akhir tahun. Ketiga, harga komoditas, khususnya emas dan CPO, masih cenderung menguat seiring tingginya permintaan global,” jelas Oktavianus kepasa Investor Daily, Kamis (28/8/2025).

Meski demikian, ia menilai penguatan IHSG masih bergantung pada sentimen tematik. “Jika terjadi pemulihan kinerja big caps, khususnya sektor perbankan, maka penguatan IHSG akan lebih berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada emiten konglomerasi,” tambahnya.

Selain MDKA, ia merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) TP Rp 3.300, dan saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) TP Rp 500 untuk jangka pendek,

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 37 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 41 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia