Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi 4 Bulan
NEW YORK, investor.id – Harga emas melonjak ke level tertinggi lebih dari empat bulan pada perdagangan Senin (1/9/2025). Penguatan itu seiring meningkatnya spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini.
Dikutip dari Reuters, sentimen tersebut ikut mendorong harga perak melesat di atas US$40 per ons untuk pertama kalinya sejak 2011.
Harga emas hari ini terlihat melonjak 0,79% ke US$ 3.475,12 per ons, tertinggi sejak 23 April. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) pengiriman Desember juga menguat 0,8% ke US$3.543,70 per ons.
Sementara itu, harga spot perak melompat 1,6% ke US$ 40,31 per ons, rekor tertinggi dalam 14 tahun terakhir.
“Komentar dovish dari Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, membuat pasar mengabaikan data PCE inti yang lebih tinggi pada Jumat lalu, dan menjaga peluang pemangkasan suku bunga 25 bps bulan ini tetap terbuka,” kata Senior Analis City Index, Matt Simpson.
Data terakhir menunjukkan indeks harga PCE AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan, sesuai dengan perkiraan. Dalam unggahan di media sosial, Daly kembali menegaskan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga The Fed demi mengantisipasi risiko pelemahan pasar tenaga kerja.
Tarif Trump Ilegal
Dukungan tambahan datang setelah pengadilan banding AS menyatakan sebagian besar tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump ilegal, sehingga menekan dolar AS dan memperkuat daya tarik emas.
Mengacu pada CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 87% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan bulan ini. Lingkungan suku bunga rendah biasanya menguntungkan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data non-farm payrolls AS akhir pekan ini, yang dapat menjadi penentu besar-kecilnya langkah pemangkasan suku bunga The Fed.
Di sisi lain, harga platinum naik 0,9% menjadi US$ 1.376,95 per ons. Sedangkan palladium menguat 0,8% ke US$ 1.118,12 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






