Jumat, 15 Mei 2026

Di Balik Tekanan Kinerja ADMR

Penulis : Muawwan Daelami
1 Sep 2025 | 13:00 WIB
BAGIKAN
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto: Perseroan.
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terpukul oleh pendapatan dari penjualan hasil tambang kepada pihak ketiga yang drop di sepanjang semester I-2025. Belum lagi, tekanan datang dari fluktuasi nilai tukar yang semakin menambah berat performa ADMR.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dipublikasi, pendapatan usaha Alamtri Minerals (ADMR) turun 26,86% secara yoy menjadi US$ 443,94 juta per 30 Juni 2025. Penurunan paling dalam berasal dari penjualan hasil tambang kepada pihak ketiga yang merosot ke level US$ 234,11 juta.

Padahal, pada periode sama tahun sebelumnya, entitas usaha Grup Alamtri penghasil batu bara metalurgi (metallurgical coal) ini mampu menorehkan pendapatan dari penjualan hasil tambang kepada pihak ketiga mencapai US$ 388,31 juta.

ADVERTISEMENT

Pihak ketiga yang menjadi mitra penjualan hasil tambang ADMR adalah PT Risun Wei Shan Indonesia dan Posco International Corporation. Pendapatan perseroan dari penjualan hasil tambang ke PT Risun tepangkas dari US$ 93,84 juta menjadi US$ 34,43 juta. Begitupun, dengan pendapatan dari Posco yang tergelincir menjadi US$ 12,97 juta ketimbang sebelumnya US$ 77,77 juta.

Sebaliknya, pendapatan ADMR dari penjualan hasil tambang kepada pihak berelasi dalam hal ini Adaro International (Singapore) Pte Ltd. relatif stabil dengan kecenderungan menurun dari US$ 218,13 juta per 30 Juni 2024, menjadi US$ 207 juta per 30 Juni 2025.

Akan tetapi, pendapatan ADMR dari bisnis jasa lainya kepada pihak berelasi melesat sebanyak 250,7% menjadi US$ 2,07 juta. Jauh bila dikomparasikan dengan perolehan periode enam bulan tahun lalu yang hanya mengantongi pendapatan dari bisnis jasa sebesar US$ 591 ribu.

Sementara dari sisi beban pokok pendapatan, ADMR mampu melakukan efisiensi sebesar 4,81% menjadi US$ 263,74 juta dibandingkan posisi per 30 Juni 2024 sebesar US$ 277 juta, diikuti penghematan dari sisi beban usaha sebesar 4,36%.

Laba ADMR 

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 21 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia