Axiata Jual Saham LINK saat WIFI Incar Akuisisi
JAKARTA, investor.id – Axiata Investment (Indonesia) Sdn. Bhd. atau AII menjual saham PT PT Link Net Tbk (LINK) di saat emiten Hashim Djojohadikusumo PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengincar untuk melakukan akuisisi LINK.
Direktur Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd Komathi Balakrishnan mengumumkan bahwa AII telah melangsungkan transaksi pelepasan sebanyak 136.203.259 seharga Rp 3.060 per saham pada 26 Agustus 2025.
Artinya, dengan membanderol harga pelepasan sebesar Rp 3.060 per saham, afiliasi dari PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) ini meraup dana dari hasil transaksi sejumlah Rp 416,78 miliar.
“Tujuan dari transaksi adalah divestasi saham dengan status kepemilikan langsung atau tidak langsung,” jelas Komathi dalam penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip, Senin (1/9/2025).
Sebelum transaksi berlangsung, AII menggenggam LINK dengan kepemilikan sebanyak 2.159.290.763 saham (78,47% suara) secara langsung dan memegang secara tidak langsung saham LINK melalui anak usahanya EXCL dengan porsi sebanyak 550.316.196 saham (20,00% suara).
Namun, setelah transaksi penjualan saham LINK, kepemilikan langsung AII atas saham LINK kini menyusut menjadi 2.023.087.504 saham atau mewakili 70,66% suara sah. “Tidak ada perubahan kepemilikan saham secara tidak langsung oleh AII melalui XLSmart,” imbuh Komathi.
Pada pengumuman sebelumnya, Direktur WIFI Shannedy Ong menanggapi kabar yang menyebut WIFI mengincar saham LINK. Kata Shannedy, saat ini WIFI dalam proses penawaran (bidding) terkait akuisisi Link Net. “Setiap perkembangan material akan disampaikan selanjutnya melalui keterbukaan informasi,” ujar dia.
Sayangnya, Shannedy enggan mengonfirmasi mengenai lebih lanjut mengenai posisi Axiata apakah akan mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas atau tidak. “Perseroan tidak dapat mengonfirmasi pemberitaan yang dimaksud,” jelasnya.
Mengawali perdagangan efek pada, Senin (1/9/2025), pada saat berita ini ditulis, saham LINK jatuh ke level 3.750 setelah melemah sebanyak 20 poin (0,53%) dibanding harga penutupan pada perdagangan efek akhir pekan kemarin di posisi 3.770.
Di tengah kabar akuisisi LINK oleh WIFI, BEI menyoroti saham LINK bergerak di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) pada 19 Agustus 2025. Kemudian, Bursa menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham LINK pada 28 Agustus 2025.
Sehari berselang, atau tepatnya pada 29 Agustus 2025, Bursa mengumumkan, suspensi saham LINK dicabut pada 1 September 2025. “Suspensi atas perdagangan saham LINK di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi 1 tanggal 1 September 2025,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






