Sabtu, 4 April 2026

Harga Batu Bara Menguat Berkat Kabar dari China

Penulis : Indah Handayani
2 Sep 2025 | 06:51 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga batu bara
Sumber; AP
ilustrasi harga batu bara Sumber; AP

JAKARTA, investor.id Harga batu bara menguat pada Senin (1/9/2025). Penguatan tersebut ddorong kabar dari China, mulai dari inspeksi ketat, produksi menurun, hingga penurunan impor batu bara.

Harga batu bara Newcastle untuk September 2025 naik US$ 0,3 menjadi US$ 109,9 per ton. Sedangkan harga batu bara Newcastle Oktober 2025 menguat US$ 0,35 menjadi US$ 110,8 per ton. Sementara November 2025 terkerek US$ 0,4 menjadi US$ 111,9 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk September 2025 meningkat US$ 0,25 menjadi US$ 96,45. Sedangkan, Oktober 2025 menguat US$ 0,15 menjadi US$ 97,35. Sementara pada November 2025 terkerek US$ 0,35 menjadi US$ 98,4.

Advertisement

Dikutip dari Bigmint, pasar batu bara kokas China kembali dilanda kekhawatiran menyusul isu pengetatan regulasi keselamatan di Shanxi, provinsi penghasil batu bara terbesar di negeri itu. Insiden tambang dan meningkatnya inspeksi keselamatan memicu gangguan produksi, meski dampaknya tidak sebesar yang ditakutkan pelaku pasar.

Berdasarkan survei Mysteel Global, hingga 27 Agustus, sebanyak 54 dari 153 tambang batu bara kokas di Shanxi mengurangi atau menghentikan produksi. Kapasitas yang menganggur mencapai 61,1 juta ton per tahun atau 34,7% dari total, namun hanya seperempatnya akibat inspeksi keselamatan, sementara sebagian besar dipicu gangguan teknis tambang.

Salah satu insiden besar terjadi pada 26 Agustus, ketika atap tambang batu bara Du’erping di Lvliang runtuh dan menewaskan dua pekerja. Kabar bahwa semua tambang di Lvliang dengan catatan kecelakaan bakal ditutup dibantah Mysteel. Meski begitu, sehari kemudian sebuah tambang berkapasitas 5 juta ton per tahun di Taiyuan dihentikan operasinya oleh otoritas karena pelanggaran keselamatan.

Inspeksi keselamatan paling ketat terjadi di Linfen, selatan Shanxi, dengan delapan tambang (kapasitas 12,8 juta ton/tahun) diperintahkan menghentikan operasi selama 4–10 hari. Sebaliknya, sebagian besar tambang di Lvliang, Changzhi, dan Jinzhong belum menerima instruksi resmi, meski ada penghentian sukarela akibat masalah tambang.

Mysteel juga mencatat beberapa tambang di bawah Huozhou Coal Electricity, anak usaha Shanxi Coking Coal Group, diperintahkan memangkas hari kerja wajib dari 330 menjadi 276 hari pada awal Agustus. Namun, kebijakan ini belum meluas secara nasional.

Pasokan Batu Bara

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 23 menit yang lalu

Dorong Elektrifikasi untuk Perkuat Kemandirian Energi di Tengah Gejolak Global

Percepatan elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional.
Lifestyle 37 menit yang lalu

Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol

Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari ini
Market 52 menit yang lalu

WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 2 jam yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 2 jam yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia