Jumat, 15 Mei 2026

BRMS dan ANTM Beda Nasib

Penulis : Jauhari Mahardhika
4 Sep 2025 | 20:38 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. Investor Daily/David Gita Roza
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id – Investor asing terpantau banyak melego saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada perdagangan Kamis (4/9/2025). Sebaliknya, saham emiten emas yang lain – yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – malah diborong.

Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) pada saham BRMS di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 131,2 miliar atau terbesar.

Selain saham BRMS, asing juga melepas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan net sell senilai Rp 63,7 miliar.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 182,8 miliar.

Kemudian, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan net buy asing sebesar Rp 142,4 miliar.

Secara total, hari ini, investor asing melakukan net sell di seluruh pasar sebesar Rp 305,1 miliar. Dengan begitu, net sell asing sepanjang tahun berjalan ini bertambah lagi menjadi Rp 55,1 triliun – berdasarkan data BEI.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah 18,51 poin (0,23%) ke level 7.867,3. Total nilai transaksi mencapai Rp 14,06 triliun.

Sebanyak 277 saham terpantau naik, 412 saham turun, dan 267 stagnan. Secara sektoral, penguatan terjadi di saham sektor barang konsumen siklikal sebesar 3,6% dan sektor transportasi sebesar 0,09%.

Sektor lainnya mengalami pelemahan, yakni sektor basic material sebesar 1,1%, sektor properti 0,8%, sektor infrastruktur 0,33%, sektor barang konsumen non siklikal 0,32%, sektor kesehatan 0,1%, sektor teknologi 0,2%, sektor keuangan 0,18%, sektor perindustrian 0,17% dan sektor energi 0,67%.

Top Cuan 

Saat IHSG melemah, ada lima saham tercatat naik paling tinggi alias memberikan cuan besar, antara lain saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) yang melesat 28,5% menjadi Rp 108, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melejit 24,8% menjadi Rp 362, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melonjak 24,3% menjadi Rp 665.

Selanjutnya, saham PT Golden Flower Tbk (POLU) yang terdongkrak 19,79% menjadi Rp 8.625 dan PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) terangkat 15,79% menjadi Rp 660.

Sebaliknya, penurunan tajam melanda saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) sebesar 14,9% menjadi Rp 228, PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) terpangkas 14,5% menjadi Rp 123, dan saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) terkikis 14,29% menjadi Rp 90.

Kemudian, saham PT PP Presisi Tbk (PPRE) anjlok 13% menjadi Rp 107 dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) jeblok 10,9% menjadi Rp 570.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia