China Borong Emas 10 Bulan Berturut-turut
JAKARTA, investor.id - Bank Sentral China, atau dikenal sebagai People's Bank of China (PBOC) kembali menambah kepemilikan emasnya pada bulan Agustus 2025. Ini menandai pembelian emas ke-10 kali berturut-turut oleh negara itu.
Dikutip dari Bloomberg, Senin (8/9/2025) pembelian emas oleh Bank Sentral China merupakan salah satu upaya negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu untuk mendiversifikasi cadangannya dari Dolar AS.
Emas batangan yang dipegang oleh Bank Sentral China kini naik 0,06 juta troy ons menjadi 74,02 juta troy ons pada Agustus 2025, menurut data resmi yang dirilis pada hari Minggu (7/9).
Dilaporkan, China memulai putaran pembelian emas pada November 2024 lalu, dengan total akumulasi 1,22 juta troy ons selama periode tersebut.
Pembelian emas oleh PBOC juga dilakukan meski harga logam mulia itu semakin menanjak dan mencapai rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, di tengah spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve dan ketegangan antara The Fed dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump rmemberikan katalis baru untuk relinya.
Harga emas dunia telah melonjak lebih dari 30% tahun ini hingga di atas US$ 3.500 per ons. Analis Goldman Sachs beberapa waktu lalu memperkirakan bahwa gangguan terhadap independensi The Fed dapat mendorong harga logam mulia mendekati US$ 5.000.
Secara global, akumulasi emas oleh bank sentral telah melambat seiring dengan kenaikan harga, meskipun risiko geopolitik diperkirakan akan terus mendukung permintaan dari sektor resmi, menurut laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) yang didanai oleh produsen.
Laporan WGC juga mengungkapkan, bank-bank sentral di sejumlah negara mengurangi pembelian emas mereka pada bulan Juli 2025. Pengurangan ini terjadi ketika harga yang tinggi diperkirakan akan meredam permintaan obligasi pemerintah.
“Bank-bank sentral global membeli bersih 10 ton emas pada bulan Juli berdasarkan data yang dilaporkan, alokasi bersih yang moderat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” kata Pimpinan Riset Senior Dewan untuk APAC di WGC, Marissa Salim, dikutip dari Kitco.
“Meskipun laju pembelian bersih ini melambat, bank-bank sentral tetap menjadi pembeli bersih emas bahkan dalam kisaran harga saat ini," bebernya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






