Saham Bagus Kelewat Murah
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) anjlok 4,01% ke Rp 4.310 pada perdagangan Selasa (9/9/2025). Sebanyak 509,37 juta saham ditransaksikan, frekuensi 104.753 kali, dan nilai transaksi Rp 2,23 triliun.
Saham Bank Mandiri deras didistribusikan. Broker UBS Sekuritas Indonesia mencatatkan net sell saham BMRI Rp 626,4 miliar. Asing pun mencetak net sell jumbo di saham ini Rp 1,38 triliun.
Saham berkode BMRI dalam sebulan terakhir anjlok 7,71%. Dan saham ini longsor 24,39% dalam periode year to date (ytd) alias tahun berjalan, dengan asing mencatatkan net sell mencapai Rp 15,22 triliun.
Secara valuasi, saham Bank Mandiri menarik. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) BMRI di 1,58 kali, atau di bawah -2 PBV standard deviation rata-rata 3 tahun terakhir di posisi 1,62 kali. Sedangkan price earning ratio (PER) 7,15 kali (TTM), juga di bawah -2 PE standard deviation rata-rata 3 tahun terakhir 7,82 kali.
Sebelumnya, KB Valbury Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi buy saham Bank Mandiri (BMRI). Target harga saham BMRI berbasis gordon growth model (GGM) sebesar Rp 6.240.
Baca Juga:
Ritel Pegang Saham CDIA SeginiSementara itu, Bank Mandiri (BMRI) sendiri belum menyampaikan laporan keuangan semester I-2025 karena dalam proses audit. Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp 4,5 triliun pada Mei 2025 (-2% yoy, +26% mom). Hasil ini membuat laba bersih selama 5M25 menjadi Rp 19,7 triliun (+0% yoy).
Potensi Dividen
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






