Minggu, 21 Juni 2026

Saham Diskon Diborong Lo Kheng Hong, Siap-siap Kejutan?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Sep 2025 | 07:15 WIB
BAGIKAN
PT ABM Investama Tbk (ABMM). (Perseroan)
PT ABM Investama Tbk (ABMM). (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat kepemilikannya bertambah atas saham PT ABM Investama Tbk (ABMM). Berdasarkan laporan registrasi pemegang saham ABMM per 31 Agustus 2025, Lo Kheng Hong jadi menggenggam 151.206.500 (5,492%) saham.

Padahal, pada bulan sebelumnya yakni per akhir Juli 2025, investor legendaris Lo Kheng Hong terpantau masih mengoleksi 151.186.500 (5,491%) saham emiten batu bara, ABM Investama berkode ABMM.

Saham ABM Investama sendiri melemah dalam periode year to date (ytd) alias tahun berjalan hingga 18,64%, dari posisinya Rp 3.540 di awal tahun ke Rp 2.880 per perdagangan Rabu (10/9/2025) kemarin.

ADVERTISEMENT

Secara valuasi, saham ABM Investama (ABMM) masih diskon. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) ABMM 0,58 kali. Sedangkan price earning ratio (PER) di angka 8,70 kali (annualized).

Sementara itu, ABM Investama (ABMM) membukukan laba bersih US$ 27,7 juta pada semester I-2025. Angka itu melemah 69,6% dari US$ 91,2 juta pada periode yang sama tahun 2024.

Pendapatan perseroan juga melemah 11,7% ke posisi US$ 506,9 juta pada enam bulan pertama tahun ini. Dibandingkan dengan pendapatan ABM Investama pada semester I-2024 yang sebesar US$ 573,9 juta.

“Pendapatan konsolidasian tercatat sebesar USD 506,9 juta, turun 12% secara tahunan (yoy),mencerminkan dampak dari penurunan harga batu bara dan tantangan operasional akibat cuaca ekstrem yang berkepanjangan,” jelas Direktur PT ABM Investama Tbk (ABMM), Hans Manoe dalam keterangan resmi.

Kendati demikian, ABMM terus memperkuat posisinya melalui pengelolaan modal yang disiplin dan pertumbuhan sinergis. Kepemilikan efektif sebesar 30% di PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melalui PT Radhika Jananta Raya memberikan kontribusi pendapatan dividen sebesar US$ 63 juta pada semester I-2025.

Selain itu, kata Hans Manoe, di segmen pertambangan batu bara melalui PT Reswara Minergi Hartama (RWA), perseroan mengendalikan 70% saham PT Nirmala Coal Nusantara yang diperkirakan akan memulai produksi pada kuartal IV-2025. Juga, RWA telah menyelesaikan akuisisi PT Piranti Jaya Utama yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026. Akankah hal tersebut mempengaruhi kinerja keuangan ABMM jadi lebih baik ke depan?

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia