Diborong Asing, Saham Melonjak 130%
JAKARTA, investor.id - Prospek saham salah satu emiten dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID disebut semakin solid. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam membukukan lonjakan profitabilitas semester pertama 2025.
Pada periode enam bulan pertama tahun 2025 (Januari – Juni 2025, 1H25), Aneka Tambang berhasil mencatatkan capaian kinerja keuangan yang cemerlang dengan didorong pertumbuhan kinerja komoditas emas dan nikel.
Baca Juga:
Aguan Terus Terang soal PIK2 (PANI)Adapun saham Antam (ANTM) dalam periode year to date (ytd) sudah terbang 130,16% di mana asing mencatatkan net buy mencapai Rp 6,08 triliun dalam periode tersebut.
Antam membukuka pertumbuhan profitabilitas semester pertama 2025 dengan capaian laba periode berjalan yang meningkat signifikan sebesar 240% atau mencapai sebesar Rp 5,14 triliun, dibandingkan capaian laba periode berjalan pada periode enam bulan pertama tahun 2024 sebesar Rp 1,51 triliun.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, menyampaikan bahwa lonjakan kinerja Antam pada paruh pertama tahun ini tidak hanya disokong oleh kenaikan harga emas dunia, tetapi juga efisiensi operasional yang berhasil dijalankan.
“Kinerja solid tersebut mencerminkan efisiensi operasional dan peningkatan harga jual rata-rata, seiring dengan sentimen bullish di pasar komoditas emas,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi MIND ID, Rabu (10/9/2025).
Menurut Ekky, harga emas dunia yang terus mencetak level tertinggi baru memberikan dukungan fundamental yang solid bagi emiten pengelola emas.Kondisi tersebut membuat valuasi saham emiten emas, termasuk Antam yang merupakan salah satu emiten Grup MIND ID ini masih menarik untuk diakumulasi oleh para investor khususnya dalam jangka pendek hingga menengah.
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai ANTM masih memiliki ruang kenaikan seiring tren positif harga emas dunia. Menurutnya, perseroan berpotensi mendapat keuntungan dari kenaikan average selling price (ASP) emas yang berdampak pada kinerja pendapatan dan laba bersih.
Selain itu, perseroan juga disebut memiliki komitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi dan volume penjualan guna menjaga kinerja tetap optimal. Namun demikian, Nafan menekankan pentingnya diversifikasi bisnis bagi emiten tambang Grup MIND ID ini untuk menghadapi fluktuasi harga komoditas, seperti nikel, batu bara, dan tembaga.
“Hilirisasi tidak bisa ditinggalkan. Proses pembangunan industri hilir akan memberikan added value yang signifikan, sehingga prospek sektor tambang positif di masa depan,” ucapnya.
Penjualan Emas
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






