Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi AS Lesu, Harga Emas Bakal Semakin Perkasa ke Level Ini

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
11 Sep 2025 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perdagangan emas. (Treasury)
Ilustrasi perdagangan emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id - Seorang ahli strategi terkemuka Eropa memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 4.000 per ons dan perak menyentuh level US$ 50 per ons dalam tiga hingga 6 bulan ke depan.

Dikutip dari Kitco News, Kamis (11/9/2025) Chief Strategy Officer di BNP Paribas Fortis, Philippe Gijsels mengatakan bahwa harga emas berpeluang menyentuh US$ 4.000 karena ekonomi AS yang melemah mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk mengambil tindakan agresif.

Perkiraan itu dikeluarkan Gijsels menyusul laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang merevisi pertumbuhan lapangan kerja AS turun dengan rekor 911.000 posisi.

"Pasar kerja jelas lebih lemah dari yang diperkirakan kebanyakan orang," ujar Gijsels kepada Kitco News.

Menurut Gijsels, perkembangan ini dapat memberi ruang bagi The Fed untuk mengambil tindakan yang lebih agresif, selain menurunkan suku bunga.

"Itulah yang akan mereka lakukan," ujar Gijsels, ketika ditanya apakah The Fed akan memulai kembali pelonggaran kuantitatif atau menerapkan pengendalian kurva imbal hasil.

 "Ketika keadaan mendesak, mereka akan melakukannya... itu akan mendorong (aset riil) mereka semakin tinggi," bebernya.

Ketidakpastian ekonomi di AS juga terjadi seiring dengan ketegangan politik di kawasan Eropa. Salah satunya di Prancis, ekonomi terbesar kedua di Uni Eropa, resmi runtuh dalam semalam setelah Perdana Menteri François Bayrou menghadapi tekanan untuk mengundurkan diri.

Krisis di Prancis dipicu oleh upaya pengesahan anggaran untuk mengendalikan utang yang dilaporkan meningkat sebesar 5.000 ribu Euro setiap detik. Gijsels memandang situasi tersebut sebagai "Putaran Keempat" dari kemerosotan institusional di mana pemerintah tidak mampu mengatasi defisit mereka.

Melihat situasi itu, Gijsels menyebut adanya potensi kenaikan nilai yang eksplosif bagi logam mulia dan perusahaan-perusahaan yang memproduksinya.

Namun tak hanya emas, ia juga memperkirakan bahwa pasar akan melirik perak karena relatif undervaluasi dan peran gandanya sebagai logam moneter dan industri.

Ia pun yakin harga perak memiliki peluang untuk menembus kisaran US$ 100.

"Jika suatu komoditas mengalami defisit, seperti halnya perak, itu bukan 10 atau 20 atau 30%. Melainkan dikalikan 3, 4, 5, 6,"imbuhnya, menyoroti potensi skala pergerakan tersebut.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 9 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 60 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia