Harga CPO Bakal Menguat, Ini Penopangnya
JAKARTA, investor.id – Research and Development ICDX Girta Yoga memprediksi harga CPO bakal menguat pada pekan ini. Kenaikan itu akan ditopang oleh rilis data ekspor CPO Malaysia, potensi peningkatan permintaan, hingga perkembangan rencana implementasi biodiesel di Indonesia.
“Harga CPO diprediksi akan bergerak pada rentang resistance 4.500 – 4.600 Ringgit Malaysia per ton. Namun, apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran 4.400 – 4.300 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga, belum lama ini.
Yoga mengatakan, beberapa faktor fundamental yang dapat dijadikan indikator antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia, situasi di negara produsen utama (Indonesia dan Malaysia) khususnya terkait kebijakan (ekspor dan mandatori biodiesel).
“Ditambah lagi, situasi di negara importir utama (India, China dan Uni Eropa), dan situasi di pasar minyak kedelai,” paparnya.
Menurut Yoga, India berpotensi meningkatkan permintaan sebagai persiapan stok menjelang perayaan festival Diwali pada pertengahan Oktober mendatang.
Sebaliknya, permintaan CPO dari China berpotensi stabil atau tidak akan terlalu melonjak karena pasokan kedelai yang masih berlimpah saat ini. Data resmi terbaru pemerintah China menunjukkan pembelian kedelai China pada bulan Agustus mendekati level tertinggi sejak Maret.
Implementasi Biodiesel
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






