Mentan: 180 Perusahaan Sawit Belum Sesuaikan Harga Beli TBS Petani
JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masih ada sekitar 170 hingga 180 perusahaan kelapa sawit yang belum menyesuaikan harga pembelian tandan buah segar (TBS) dari petani, meski harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia mengalami kenaikan.
Hal tersebut disampaikan Amran sebelum memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, salah satu agenda pembahasan adalah perkembangan harga TBS yang sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
“Perkiraan saya ya, diskusi (dengan presiden) masalah TBS yang beberapa hari yang lalu turun,” kata Amran.
Amran menjelaskan, harga TBS di tingkat petani saat ini telah kembali bergerak normal. Namun, pemerintah masih menemukan sejumlah perusahaan yang belum menyesuaikan harga beli sesuai perkembangan harga CPO di pasar global.
“Dari 274 (perusahaan) kemarin yang saya surati, ada mungkin sekitar 170-180 yang belum (menyesuaikan harga beli TBS),” ujar Amran.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mengirimkan surat kepada ratusan perusahaan sawit agar segera menaikkan harga pembelian TBS petani. Langkah tersebut diambil menyusul kenaikan harga CPO dunia yang seharusnya berdampak positif terhadap harga TBS di tingkat petani.
Menurut Amran, penurunan harga TBS yang terjadi sebelumnya merupakan kondisi yang tidak wajar karena berlangsung ketika harga CPO global justru mengalami kenaikan.
Karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan pemantauan dan tindak lanjut terhadap perusahaan-perusahaan yang belum menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai kondisi pasar.
Pengawasan di lapangan juga diperketat untuk memastikan petani sawit memperoleh harga yang lebih adil dan sesuai dengan perkembangan pasar.
“Kita tindaklanjuti terus sampai dia harus naikkan, mutlak naikkan,” tegas Amran.
Selain membahas perkembangan harga TBS, Amran mengatakan pertemuannya dengan Presiden Prabowo juga akan membahas kondisi pasokan pangan nasional serta percepatan program hilirisasi di sektor pertanian guna meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






