Merdeka Gold (EMAS) Patok Harga IPO Rp 2.880
JAKARTA, investor.id - Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Perseroan menawarkan sebanyak 1.618.023.300 (10%) saham kepada publik.
Dalam prospektus ringkas terbaru yang dirilis EMAS, dipublikasikan di Investor Daily pada Selasa (16/9/2025), harga IPO yang dipatok di Rp 2.880/saham. Sehingga nilai keseluruhan penawaran umum ini Rp 4,65 triliun.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah Trimegah Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas. Selain itu, ada penjamin emisi efek Aldiracita Sekuritas, Amantara Sekuritas, OCBC Sekuritas, dan UOB Kaya Hian Sekuritas.
Masa penawaran umum berlangsung pada 17-19 September 2025. Sedangkan pencatatan saham di Bursa Efek Indoensia (BEI) di 23 September 2025.
Dana dari IPO, akan digunakan Rp 329,2 miliar untuk setoran modal secara bertahap kepada PT Pani Bersama Tambang. Lalu Rp 329,2 miliar disalurkan dalam bentuk pinjama kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera. Dan sisanya Rp 3,88 triliun digunakan EMAS untuk pembayaran utang lebih awal kepada MDKA.
Baca Juga:
Saham REAL Melonjak Hampir 35%Sebelum IPO, Merdeka Copper Gold (MDKA) menguasai 69,66% saham Merdeka Gold, Winato Kartono 10,31% saham, Garibaldi Thohir 6,90%, dan terdapat sejumlah pemegang saham lainnya.
Proyek Emas Pani
Merdeka Gold Resources (EMAS) memiliki portofolio proyek emas Pani. Proyek itu merupakan tambang emas yang meliputi wilayah izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) milik PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) seluas 100 hektare di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Dan wilayah kontrak karya (KK) milik PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) seluas 14.570 hektare di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara.
Proyek emas Pani awalnya akan mengoperasikan fasilitas pengolahan bijih dengan metode heap leach berkapasitas 7,0 juta ton per tahun dan dapat memproduksi maksimal sekitar 145.000 ounce emas per tahun.
Fase pemrosesan bijih kedua akan dikembangkan menggunakan sirkuit pemulihan emas CIL dengan kapasitas awal sebesar 7,5 juta ton per tahun untuk selanjutnya ditingkatkan menjadi 12,0 juta ton per tahun, dengan kapasitas produksi maksimal dari fasilitas CIL sebesar 355.000 ounces per tahun.
Fasilitas pengolahan dengan metode heap leach dijadwalkan akan mulai beroperasi pada bulan Desember 2025, sedangkan fasilitas pengolahan dengan metode CIL dijadwalkan akan mulai beroperasi secara bertahap pada tahun 2029 dan 2032.
Dalam prospektus dijelaskan bahwa berdasarkan studi kelayakan, proyek emas Pani diperkirakan akan mencapai produksi operasi komersial dengan menghasilkan emas pertama pada kuartal pertama tahun 2026.
Produksi proyek emas Pani selanjutnya akan mengalami fase percepatan peningkatan produksi yang signifikan masing-masing pada tahun 2029 dan 2032 sejalan dengan beroperasinya proyek CIL fase pertama dan kedua. Produksi emas pada puncaknya diperkirakan dapat mencapai 500.000 ounce per tahun.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






