Bank BUMN Diguyur, Malah Saham Ini yang Diunggulkan
JAKARTA, investor.id – Pemerintah menggelontorkan dana Rp 200 triliun ke sistem perbankan, terutama ke sejumlah emiten bank BUMN. Namun, rating sektor perbankan dipertahankan netral. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA malah menjadi pilihan utama. Kenapa?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menerbitkan KMK No. 276/2025 yang mengatur penempatan dana negara di bank-bank umum tertentu dalam bentuk deposito on call. Ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas bank dan mendorong pertumbuhan ekonomi riil.
Dana jumbo tersebut bakal diguyur ke PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 55 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 55 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 55 triliun, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp 25 triliun, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar Rp 10 triliun.
“Dana Rp 200 triliun itu dimaksudkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor riil, serta dilarang digunakan untuk membeli surat berharga negara (SBN),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dalam risetnya, yang dikutip pada Selasa (16/9/2025).
Meski dana tersebut dilarang untuk membeli SBN, implementasinya bakal menantang. Sebab dana ini menambah likuiditas bank, sehingga bank dapat menyalurkannya ke kredit baru sembari mengalokasikan kembali kredit jatuh tempo ke SBN.
Pemerintah dapat mewajibkan bank menyalurkan kredit dengan menetapkan target minimum pertumbuhan kredit. Namun, jika penyaluran kredit dipaksa cepat, bank harus meningkatkan appetite risikonya, yang justru dapat memperburuk risiko kualitas aset, terutama bila ekonomi tetap lesu.
“Dalam skenario ini, kami juga melihat potensi penurunan tipis pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM), kecuali untuk BBTN, satu-satunya bank dengan biaya dana (cost of fund/CoF) di atas 4%,” ungkap Victor.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






