Minggu, 21 Juni 2026

Bank BUMN Diguyur, Malah Saham Ini yang Diunggulkan

Penulis : Jauhari Mahardhika
16 Sep 2025 | 15:03 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perusahaan. (Freepik)
Ilustrasi perusahaan. (Freepik)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menggelontorkan dana Rp 200 triliun ke sistem perbankan, terutama ke sejumlah emiten bank BUMN. Namun, rating sektor perbankan dipertahankan netral. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA malah menjadi pilihan utama. Kenapa?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menerbitkan KMK No. 276/2025 yang mengatur penempatan dana negara di bank-bank umum tertentu dalam bentuk deposito on call. Ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas bank dan mendorong pertumbuhan ekonomi riil.

Dana jumbo tersebut bakal diguyur ke PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 55 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 55 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 55 triliun, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp 25 triliun, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar Rp 10 triliun.

ADVERTISEMENT

“Dana Rp 200 triliun itu dimaksudkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor riil, serta dilarang digunakan untuk membeli surat berharga negara (SBN),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dalam risetnya, yang dikutip pada Selasa (16/9/2025).

Meski dana tersebut dilarang untuk membeli SBN, implementasinya bakal menantang. Sebab dana ini menambah likuiditas bank, sehingga bank dapat menyalurkannya ke kredit baru sembari mengalokasikan kembali kredit jatuh tempo ke SBN.

Pemerintah dapat mewajibkan bank menyalurkan kredit dengan menetapkan target minimum pertumbuhan kredit. Namun, jika penyaluran kredit dipaksa cepat, bank harus meningkatkan appetite risikonya, yang justru dapat memperburuk risiko kualitas aset, terutama bila ekonomi tetap lesu.

“Dalam skenario ini, kami juga melihat potensi penurunan tipis pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM), kecuali untuk BBTN, satu-satunya bank dengan biaya dana (cost of fund/CoF) di atas 4%,” ungkap Victor.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 20 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia