Laba BBCA per Agustus Tumbuh Kuat, Saham Pantasnya Segini
JAKARTA, Investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih mempertahankan pertumbuhan laba bersih kuat per Agustus 2025, yakni sebesar 8,5% menjadi Rp 39,1 triliun, sejalan dengan proyeksi sejumlah broker. Saham BBCA diganjar target harga tinggi, jauh dari harga saat ini.
Berdasarkan catatan DBS Research, laba bersih BBCA per Agustus lalu mencapai 65% dari proyeksi setahun ini. Pada periode ini, pertumbuhan kredit masih kencang, mencapai 9,3%, sehingga mendukung pencapaian target 6-8%.
Sementara itu, tulis DBS, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 5,2%, didukung pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 7,2%. Alhasil, rasio CASA naik menjadi 83,6%, sedangkan loan to deposit ratio (LDR) naik menjadi 79,4%.
“Biaya kredit stabil, mencerminkan kualitas aset yang sehat,” tulis DBS, dikutip Selasa (16/9/2025).
Target Harga Tinggi
DBS menilai, BBCA memiliki margin tebal, risiko yang terkendali, serta cabang di banyak daerah. Saat ini, BBCA adalah satu-satunya saham bank yang diriset DBS yang mampu mencetak pertumbuhan laba bersih.
DBS mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 12 ribu. Saat berita ini ditulis, saham BBCA berada di posisi Rp 7.900. Dengan demikian, potensi cuan saham BBCA mencapai 50% lebih.
Sebelumnya, Verdhana sekuritas mencatat, valuasi saham BBNI termurah di kelas bank besar plus BRIS. PBV saham BBNI hanya 1 kali vs BBCA 4,1 kali, BMRI 1,8 kali, dan BBRI 2 kali.
Verdhana menyematkan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 12.300, mencerminkan PBV 2025 5,4 kali.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






